Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen di Jalan Sutomo Medan pagi tadi terlibat tawuran dan aksi saling lempar batu. Situasi ini memaksa ratusan mahasiswa menyelamatkan diri keluar kampus, dan berkumpul di areal Hotel Grand Angkasa. Polisi dari Poltabes Medan juga bersiaga penuh di kawasan ini untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan.
Tawuran yang melibatkan puluhan mahasiswa dari Fakultas Hukum dan Fakultas Teknik ini awalnya terjadi di dalam lingkungan kampus. Tawuran dilakukan dengan aksi saling lempar batu dan kejar-kejaran.
Informasi yang beredar menyebutkan, bentrokan ini merupakan buntut pertandingan futsal yang berlangsung sekitar dua pekan lalu. Mahasiswa kedua fakultas bertanding dengan taruhan uang sebesar Rp 200 ribu. Saat itu, Fakultas Teknik memenangkan pertandingan. Sialnya, Fakultas Hukum tak terima dan tidak mau membayarkan taruhan. Ketika itu, kedua kubu sempat bentrok. Namun, bentrokan di kawasan Jalan Pelita II itu bisa diamankan polisi.
Sejak itu, hubungan antar mahasiswa kedua fakultas menjadi rawan. Sampai pada puncaknya, pagi tadi terjadi bentrokan di halaman kampus HKBP Nommensen, Jalan Sutomo Medan. Kali ini, bentrokan diwarnai saling lempar batu dan botol. Buntutnya, perkuliahan dihentikan.
Belum diketahui adanya korban di kalangan mahasiswa. Tapi saksi mata menyebutkan, seorang mahasiswa menderita bocor pada kepalanya akibat terkena lemparan. Selain itu, sebuah angkot menjadi sasaran batu nyasar dari mahasiswa. Kaca angkot pecah.
Meski sempat heboh, lalu lintas di Jalan Sutomo dan Perintis Kemerdekaan masih berjalan lancar. Di lokasi kejadian terlihat Kapoltabes Medan, Kompol Imam Margono bersiaga bersama para anggotanya. Imam mengatakan, ia terus berkoordinasi dengan pihak kampus untuk mengamankan situasi.
Hingga sekitar pukul 11.30 WIB tadi, situasi berangsur pulih. Namun, untuk menghindari ekses dari tawuran ini, aktifitas perkuliahan di HKBP Nommensen diliburkan selama sepekan.
Foto: website Universitas HKBP Nommensen
Popularity: 2% [?]
RSS Feeds
Twitter
Facebook
E-Mail











