Malaysian Fellowship Gelar Pengobatan Gratis
11/08/2011 in Medan Talk
ORGANISASI Malaysian Fellowship, bukanlah NGO atau LSM, tapi organisasi perkumpulan dari mahasiswa dan pelajar Malaysia yang ada di Rusia, Moskow khususnya pelajar dan mahasiswa yang kuliah di fakultas kedokteran (bidang medis).
Ada 12 orang anggota Malaysian Fellowship yang turun ke Medan dan sekitarnya. Mereka adalah Robin Chan (Ketua rombongan), Eccleston Kendrick, Chin Tsung Lift, Liyu Zin Eu, Esther Michael, Alicia Lua, Kayley Tan, Andrew Kok, Ted Ming Chian, Sheyn Nathan dan Anna Kok serta satu orang dokter spesialis Dr. Baljit.
Menurut Eccleston, misi mereka membentuk organisasi ini adalah untuk membantu masyarakat yang kurang mampu terutama di bidang kesehatan. Ada ratusan mahasiswa yang berasal dari Malaysia kuliah di Rusia. Setiap tahun, mereka mengadakan pengobatan gratis ke beberapa negara dengan dana yang dikumpulkan sejak jauh-jauh hari sebelumnya.
“Tim Malaysian Fellowship ini sebenarnya ada 11 tim di mana satu tim beranggotakan sekitar 10 sampai 12 orang dan dibimbing oleh dokter spesialis. Ada yang ke Thailand, Brunai, Malaysia dan ke Indonesia. Tahun ini giliran kami yang ke Indonesia dan memilih Kota Medan,” papar Kendrick.
Pengobatan gratis yang dilakukan masih hanya sebatas pemeriksaan kesehatan secara umum dan pemberian obat gratis yang penanganan akhirnya berada di tangan dokter spesialis. Selama di Medan, mereka telah mengadakan pengobatan gratis ke Lau Macem, pasar IV, Binjai dan Bukit Doa Taman Getsemane Jalan Tuntungan Golf Pancur Batu. Mereka berada di Medan selama sepekan dan kembali ke Malaysia, Rabu (10/8/2011).
Di Bukit Doa ini, Malaysian Fellowship melakukan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis kepada penghuni Panti Rehabilitasi Bukit Doa Taman Getsemane yang berjumlah 85 orang. Ada yang stress (gangguan jiwa) dan ada juga yang stress akibat ketergantungan obat (narkoba).
Menurut Pimpinan Bukit Doa Pdt. Johnny Saragih, STh yang juga gembala sidang Gereja City Harvest , dengan adanya pengobatan gratis dari Malaysian Fellowship, pasien yang ada di panti rehabilitasi merasa terbantu mendapat pemeriksaan dan pengobatan gratis.
Secara khusus, Johnny mengungkapkan, di Panti Rehabilitasi Bukit Doa ada beberapa yang stress akibat beberapa hal. Akan tetapi, kebanyakan pasien yang ada di panti adalah korban penyalahgunaan narkoba. Ada dari Batam, Medan, Palembang serta dari daerah lainnya.
“Sejak berdiri Desember 1983, panti ini telah banyak melepas pasien yang sembuh dan kembali ke keluarganya. Walaupun dalam prosesnya ada juga yang sampai berkali-kali berobat baru bisa sembuh total,” paparnya.
Kegiatan rutin yang dilakukan di panti, kata Johnny adalah pagi berdoa bersama, kemudian konseling mencari akar permasalahan dan upaya menyembuhkannya. Sekali seminggu dokter spesialis melakukan kunjungan dan memeriksa penghuni panti.
Dari 85 pasien yang ada saat ini, tambah Johnny, ada beberapa yang masih ditempatkan di ruangan khusus. “Untuk perlakuan khusus ini, kita juga harus konsultasikan dengan keluarga pasiesn,” ujarnya.
Popularity: 1% [?]













Damron said on 11/08/2011
Suatu teladan yang baik yg patut ditiru.