Mimpi untuk membangkitkan raksasa purba yang telah lama punah semakin mendekati kenyataan. Para peneliti Jepang pada tahun ini akan meluncurkan proyek membangkitkan mammoth dalam lima tahun mendatang.
Mereka akan berupaya keras menghidupkan spesies gajah berbulu tebal itu lewat teknologi kloning dengan memanfaatkan jaringan tersisa dari bangkai mammoth yang kini diawetkan di satu laboratorium penelitian Rusia, seperti laporan Yomiuri Shimbun yang dikutip AFP.
“Persiapan untuk mewujudkan tujuan ini telah dilakukan,” kata Akira Iritani, profesor emeritus dari Kyoto University, yang akan memimpin tim ilmuwan dalam proyek tersebut.
Secara sederhana, rencana para ilmuwan itu adalah akan memasukkan inti sel (nuclei) mammoth ke dalam sel telur gajah yang intinya sudah dibuang, untuk menciptakan sebuah embrio yang mengandung gen mammoth. Embrio kemudian akan disisipkan ke dalam rahim seekor gajah yang diharapkan akan melahirkan bayi mammoth.
Gajah dipilih sebagai indukan karena merupakan kerabat modern terdekat dari mammoth (yang punah pada akhir Zaman Es).
Gambaran kasar proyek ini mirip dengan proses pembangkitan dinosaurus pada film sains fiksi “Jurassic Park” garapan Steven Spielberg.
Namun pada proyek nyata ini, yang diambil adalah bagian jaringan tubuh dari bangkai yang masih tersisa hingga saat ini, sehingga memungkinkan untuk memulihkan sel untuk di-kloning. Tidak seperti dinosaurus, yang sudah lenyap sekitar 65 juta tahun yang lalu, yang kini hanya menyisakan fosil semata.
Lebih dari 80% dari semua mammoth yang pernah ditemukan, terkubur di tanah beku (permafrost) kawasan Republik Sakha di timur Siberia. Bangkai-bangkai makhluk purba ini masih menyisakan jaringan kulit, daging dan tulang.
Para peneliti dalam proyek itu berharap untuk mencapai tujuannya dalam waktu lima sampai enam tahun ke depan!
Tim ini telah mengundang seorang peneliti mammoth dari Rusia dan dua pakar gajah dari AS untuk bergabung dalam proyek tersebut. Mereka telah membentuk suatu teknik untuk mengambil DNA dari sel beku.
Sebelumnya, pada 2008, peneliti Jepang, Teruhiko Wakayama dari Pusat Pengembangan Biologi Riken (Riken Centre for Developmental Biolog) telah berhasil mengkloning tikus dari sel-sel yang telah “dibekukan” (dengan temperatur yang sama dalam pengawetan bangkai mammoth) selama 16 tahun.* (YS/AFP/Yahoo/LS/INT)
Popularity: unranked [?]
RSS Feeds
Twitter
Facebook
E-Mail












