Bank Mandiri wilayah I Medan telah menyalurkan kredit pembiayaan di sektor usaha mikro mencapai Rp 208 miliar, terakumulasi sejak tahun 2005 hingga Juni 2010. Hingga kini total penyaluran kredit Bank Mandiri wilayah I sudah Rp 719 miliar, di mana perdagangan merupakan sektor terbesar penyerapannya.
Regional Manager Kanwil I Medan PT Bank Mandiri Djoko Warsito mengatakan, Bank Mandiri sejak lima tahun lalu mulai keseriusannya menggarap sektor usaha mikro ditandai peningkatan target pembiayaan di bidang usaha tersebut. Hingga akhir tahun 2010, ditargetkan penyaluran kredit di sektor mikro bisa mencapai Rp 350 miliar.
“Dari posisi realisasi kredit Rp 208 miliar itu disalurkan kepada 18 ribu pedagang kecil menengah,” ucap Djoko di sela acara “Mandiri Peduli Pasar” di Pasar Halat Medan, Kamis (15/7).
Turut hadir dalam kesempatan itu, Direktur Utama PD Pasar Mustafa Sutan Nasution, Direktur Operasional M Tahjuddin Nur dan Direktur SDM Mahadi Poetra.
Djoko menjelaskan, platform kredit yang diberikan kepada sektor usaha mikro dimulai dari Rp 5 juta hingga Rp 100 juta, dengan besaran suku bunga kredit berkisar 1,5%. Untuk mempermudah akses kepada nasabah di sektor ini, managemen berencana menambah 13 unit layanan, dari saat ini masih 30 unit.
Saat ditanyakan tujuan program Bank Mandiri Peduli Pasar, dia mengemukakan, hal ini tak lepas dari fungsi pasar mewadahi berbagai unit usaha kecil. Selama ini, bank plat merah ini dikenal cenderung ke perusahaan atau kalangan coorporate. Dengan dibidiknya pedagang pasar, menunjukan keseriusan mereka fokus di sektor usaha mikro.
“Bank dan sektor usaha mikro juga memiliki keterkaitan erat. Jika pasar bagus dan berkembang, maka unit mikronya pun ikut berjalan lancar. Kredit pembiayaan pun ikut lancar,” tukasnya.
Direktur Utama PD Pasar Mustafa Sutan Nasution mengatakan, selama ini ada beberapa pasar yang memberikan perhatian kepada pedagang baik dari sisi pendanaan, maupun kepedulian sosial.
“Lewat program ini diharapkan semakin meningkatkan perhatian kalangan perbankan dan tentu saja menciptakan pasar lebih bersih, aman dan nyaman,” imbuhnya.
Direktur Operasional M Tahjuddin Nur mengakui, selama ini pencitraan pasar tradisional sebagai lokasi belanja yang kurang nyaman, aman dan bersih. Mulai dibenahinya pelayanan, sarana dan infrastruktur pasar diharapkan menjaring minat belanja masyarakat lebih besar ke sana.
“Ke depannya, tentu saja itu berdampak pada ramainya pembeli, peningkatan omset pedagang dan pengembangan pasar ke arah lebih baik,” tutur Tahjuddin.
Lewat program CSR ini, Bank Mandiri menyerahkan bantuan perlengkapan kebersihan dan papan nama di tiga pasar yakni Pasar Halat, Pusat Pasar dan Pasar Bhakti, dengan total Rp 90 juta. Terdapat 20 pasar di Indonesia menerima bantuan ProgramMandiri Peduli Pasar senilai total Rp 1,1 miliar.
Popularity: 1% [?]
RSS Feeds
Twitter
Facebook
E-Mail












