10
February , 2012
Friday
jjgrosir
Pamera mobil
macanlink-web-600px
blackberry shop
kartu diskon
kost modern medan
macan delivery
<< >>
Posted by Dedi Coky | Medan Talk On October - 11 - 2010

jjgrosir

Mantan Pemimpin Redaksi Majalah Playboy Indonesia, Erwin Arnada, yang akhirnya memenuhi panggilan kejaksaan, setelah dijemput paksa tim kejaksaan, Sabtu (9/10/2010) lalu, mengaku dikriminalisasi.

“Saya telah diperlakukan seperti seorang kriminal. Saya dibawa dengan mobil tahanan,” kata Erwin Arnada yang berkomunikasi dengan wartawan New York Times melalui pesan Broadcast Messenger.

Kasus Erwin memang telah mendapat sorotan luas dari berbagai media internasional. Kasusnya diberitakan di New York Times, Associated Press, AFP dan sejumlah media di Asia, seperti Straits Times dari Singapura juga menulis kasus ini.

New York Times menulis pernyataan Erwin bahwa dia tidak percaya akan perkembangan demokrasi yang terjadi di Indonesia. Apalagi dengan kasus yang menimpanya. “Jika ada demokrasi di Indonesia, maka kebebasan pers akan menjadi jaminan. Pers dan jurnalis tidak akan dikriminalisasi seperti saya ini,” kata Erwin.

Associated Press (AP) mengutip pernyataan aktivis Kontras, Haris Azhar. Haris menyebut, kasus Erwin Arnada menjadi preseden buruk bagi kebebasan berekspresi.

“Dia (Erwin) bukan seorang kriminal. Lihat gambarnya, majalah ini sudah sangat beradaptasi dan tidak mengganggu kebudayaan Indonesia,” kata Haris.

AP menyebut organisasi Front Pembela Islam (FPI), sebagai penggugat, adalah organisasi garis keras. AP menyebut, FPI adalah organisasi yang kerap menyerang klub malam, kedutaan besar, dan tempat penjualan minuman atau bar.

AP menulis kubu FPI menyambut baik penahanan Erwin Arnada oleh Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. “Kasus ini menjadi pelajaran bagi pornografi yang tidak memiliki tempat di Indonesia,” kata Soleh Mahmud, juru bicara FPI.

AFP mengutip pernyataan pengacara Erwin, Todung Mulya Lubis. Menurut Todung, kasus ini sangat merusak kebebasan pers. “Saya menyesalkan mereka telah memperlakukan Erwin seperti seorang teroris. Faktanya, dia hanya seorang jurnalis,” kata Todung dikutip AFP.

Popularity: 1% [?]

Berita Cerita Berkaitan

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Silakan Berikan Komentar




Copyright by: MedanTalk.com | SiteMap | Twitter | Facebook | Contact | Supported by: MedanKu | Macan Group | All rights reserved Worldwide.