LAUTAN luas adalah sahabat terdekat para penggemar kegiatan memancing. Jarak yang jauh, ombak tinggi, sampai ganasnya lautan tidak menjadi penghalang bagi para pemancing mania untuk menyalurkan hobi mereka.
Begitu pula dengan pehobi memancing yang tergabung di dalam Medan Fishing Community (MFC). Hampir semua perairan laut di kawasan Sumatera Utara dan perairan negeri tetangga sudah mereka arungi. Begitu juga dengan sungai-sungai di kawasan Sumatera Utara, mereka cukup mengakrabinya.
Mereka sepertinya tak pernah puas berburu berbagai jenis ikan, laut maupun ikan air tawar. Kalau sudah begini, uang tak lagi menjadi persoalan. Jutaan rupiah dihabiskan untuk membeli peralatan memancing dan ongkos untuk mencapai lokasi tujuan. Pengeluaran untuk operasional yang tak sedikit ini memberi kesan bahwa pemancing didominasi kalangan berduit dan seperti orang kurang kerjaan.
Lho, kok seperti orang kurang kerjaan? Saat memancing di lautan lepas, berbagai jenis ikan berukuran besar seperti ikan Giant Trevally (GT) atau dikenal sebagai ikan Kuwe, Barracuda, dan ikan lainnya yang berbobot belasan kilogram kerap tertangkap. Namun, ada aturan tak tertulis bagi komunitas pemancing, ikan yang tertangkap “harus” dilepaskan kembali ke habitatnya.
“Kami ini pemancing, bukan nelayan. Jadi ikan harus dilepaskan lagi,” kata Edy Jaya, seorang anggota Medan Fishing Community sambil tertawa. Kata Edy, kalaupun ada ikan hasil pancingan yang dibawa pulang atau dimakan bersama di boat, ukurannya tidak terlalu besar, disesuaikan kebutuhan.
Edy pernah berhasil menangkap seekor GT seberat 29 kg. Namun ikan itu bernasib baik, setelah ditimbang ia kembali dilepas ke lautan bebas. “Memancing memberikan pengalaman mengesankan yang nilainya tidak bisa tergantikan dengan uang. Hobi ini bisa menghilangkan penat pikiran dari aktivitas dan rutinitas kerja. Kami mencari kepuasan dari memancing,” kata Edy.
Cerita Edy, Medan Fishing Community terbentuk pada tahun 2007. Sejak itu, mereka seolah tak pernah bosan mengarungi lautan. Kini, sekitar 20 orang mancing mania bergabung di Medan Fishing Community. Mereka berasal dari Kota Medan, Tebing Tinggi bahkan ada dari Aceh.
Sejak terbentuk, anggota Medan Fishing Community sudah melakukan berbagai kegiatan memancing ikan bersama. Adalah perairan laut Pantai Cermin, Deli Serdang sering mereka arungi menggunakan kapal kayu hingga sekitar tahun 2010 lalu. Tak hanya itu, perairan Aceh dan Malaysia juga sudah mereka jelajahi.
Popularity: 1% [?]
RSS Feeds
Twitter
Facebook
E-Mail













dedy rizal Says:
kok youtube nya gak ada bos……………
Posted on December 1st, 2011 at 11:16 AM