Medan Lokomotif Ekonomi Sumut

Medan Lokomotif Ekonomi Sumut

Medan adalah lokomotif ekonomi Sumatera Utara. Karenanya, Medan harus bisa mengangkat daerah-daerah lain di Sumut agar terus tumbuh berkembang. Demikian disampaikan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Medan, Ir Syaiful Bahri Lubis, Rabu (5/5).


Dijelaskannya, Medan ke depannya akan menjadi salah satu contoh kota metropolitan. Karena itu Bappeda telah menyiapkan rencana umum tata ruang yang disahkan Gubernur Sumatera Utara dan kini menunggu pengesahan pemerintah pusat. Rencana umum tata ruang, kata Syaiful, mengalami perubahan dari UU No.24 tahun 1992 ke UU No 26 tahun 2007 selang waktu RTRW dari 10 tahun menjadi 20 tahun.

“Pemko ke depan sudah tentu harus lebih fokus memikirkan strategi penyusunan kebijakan dan strategi secara nasional masalah perkotaan yakni meningkatkan peran kota sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi lokal,” kata Syaiful.

Ditambahkannya, apa yang disebutkannya sebelumnya tak mungkin terwujud bila tidak diikuti pembangunan sarana dan prasarana perhubungan (transportasi) bagi masyarakat banyak sesuai dengan karakteristik zona setempat (segi budaya, pendidikan dan kesehatan lingkungan) serta berorientasi pada pola pembangunan kota yang berbasis angkutan umum massal.

Pembangunan infrastruktur terutama transportasi yang efisien dan tepat guna tanpa melupakan nilai-nilai atau karakteristik budaya setempat kini menjadi pekerjaan rumah bagi Pemko Medan. “Bagaimana kita merenovasi model transportasi yang efektif tanpa membuat masalah kemacetan. Inilah yang harus kita segerakan,” kata Insinyur lulusan Institut Teknologi Bandung ini.

Baginya, rencana pembangunan jalan tol melintasi Kota Medan tidak akan mengurangi kemacetan kemacetan. “Kalau perlu aktifkan kembali jalur kereta api jarak pendek antar kota, seperti dari Binjai ke Medan, Medan ke Belawan, Medan ke Deli Tua atau Medan Tembung. Jika pemerintah tak sanggup diswastakan saja. Saya pikir ini solusi membantu kemacetan dalam kota. Jalan tol malah menyengsarakan rakyat,” ujarnya.

Semua strategi itu, kata Syaiful, mustahil tercapai tanpa perencanaan (master plan) yang matang dan terarah. Hal yang penting diperhatikan Pemko Medan ke depan adalah bagaimana bisa mempermudah investasi dan membuka lebih banyak lapangan kerja.

0
Like
Save

Comments

Silakan Berbagi / Komentar

%d bloggers like this: