Medan — Muhammad Habi (23), pengungsi Rohingya yang menghuni tempat penampungan di Hotel Beraspati, Medan berharap konflik kemanusiaan di Myanmar cepat berakhir. Saat ditemui di Musolla penampungan, Habi terlihat mengeluarkan air mata saat berdoa. Dia trauma dengan pembantaian yang disaksikannya langsung di depan mata. “Bapak-bapak mati, anak-anak mati dan ibu-ibu mati di potong di Myanmar,” begitu Kata Habi dengan Bahasa Indonesia yang masih terbata-bata. Dia berterima kasih kepada pemerintah Indonesia yang telah mau memberikan tempat mereka agar tetap hidup. Sampai saar ini suhu konflik di Myanmar masih memanas. Pemerintah Indonesia melalui Menlu Retno Marsudi hari ini dikabarkan berangkat ke Bangladesh untuk menemui pejabat pemerintahan guna membahas konflik kemanusiaan di Myanmar

Medan — Muhammad Habi (23), pengungsi Rohingya yang menghuni tempat penampungan di Hotel Beraspati, Medan berharap konflik kemanusiaan di Myanmar cepat berakhir.
Saat ditemui di Musolla penampungan, Habi terlihat mengeluarkan air mata saat berdoa. Dia trauma dengan pembantaian yang disaksikannya langsung di depan mata. “Bapak-bapak mati, anak-anak mati dan ibu-ibu mati di potong di Myanmar,” begitu Kata Habi dengan Bahasa Indonesia yang masih terbata-bata.
Dia berterima kasih kepada pemerintah Indonesia yang telah mau memberikan tempat mereka agar tetap hidup. Sampai saar ini suhu konflik di Myanmar masih memanas.
Pemerintah Indonesia melalui Menlu Retno Marsudi hari ini dikabarkan berangkat ke Bangladesh untuk menemui pejabat pemerintahan guna membahas konflik kemanusiaan di Myanmar.
#saverohingya

[if-embed-video]

Video posted

[/if-embed-video]

MedanTalk

Browse info, berita, cerita Medan, sharing info di Forum Medan , check Lowongan Kerja dan cara pasang iklan di web www.MedanTalk.com

Leave a Reply