[Memperingati 12 Tahun Tsunami di Aceh] Mungkin kita terlalu sibuk, hingga tidak sadar hari ini 12tahun lalu. Indonesia terletak di daerah dengan tingkat aktivitas gempabumi tinggi, hal tersebut sebagai akibat bertemunya tiga lempeng tektonik utama dunia yakni : Samudera India – Australia di sebelah selatan, Samudera Pasifik di sebelah Timur dan Eurasia, dimana sebagian besar wilayah Indonesia berada di dalamnya. Pergerakan relatif ketiga lempeng tektonik tersebut dan dua lempeng lainnya, yakni laut Philipina dan Carolina mengakibatkan terjadinya gempa-gempa bumi di daerah perbatasan pertemuan antar lempeng dan juga menimbulkan terjadinya sesar-sesar regional yang selanjutnya menjadi daerah pusat sumber gempa juga. 12 Tahun lalu, tepat 26 Desember 2004, Saat dunia bersiap mengganti nominal tahun, tsunami dahsyat menerjang Aceh di mulai dari gempa 9,1 SR di samudera Hindia. Lebih dari 200 jiwa meninggal dan sisanya menghilang. Bendera Merah Putih dikibarkan setengah tiang sebagai wujud dari peringatan hari yang mengharukan ini. Bencana yang kemudian didaulat sebagai bencana terbesar abad 21. Mari sejenak mengingat dan berdoa bersama-sama agar arwah-arwah mereka semua senantiasa tenang di sisi-Nya dan agar keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan serta kemudahan. Terima kasih Aceh atas pelajaran yang telah diberikan, agar kita sebagai umat manusia tetap bersyukur dan bertawakal kepada Tuhan Yang Maha Esa. by : @irfantf @kraken.ub

[Memperingati 12 Tahun Tsunami di Aceh]

Mungkin kita terlalu sibuk, hingga tidak sadar hari ini 12tahun lalu.

Indonesia terletak di daerah dengan tingkat aktivitas gempabumi tinggi, hal tersebut sebagai akibat bertemunya tiga lempeng tektonik utama dunia yakni : Samudera India – Australia di sebelah selatan, Samudera Pasifik di sebelah Timur dan Eurasia, dimana sebagian besar wilayah Indonesia berada di dalamnya. Pergerakan relatif ketiga lempeng tektonik tersebut dan dua lempeng lainnya, yakni laut Philipina dan Carolina mengakibatkan terjadinya gempa-gempa bumi di daerah perbatasan pertemuan antar lempeng dan juga menimbulkan terjadinya sesar-sesar regional yang selanjutnya menjadi daerah pusat sumber gempa juga.

12 Tahun lalu, tepat 26 Desember 2004, Saat dunia bersiap mengganti nominal tahun, tsunami dahsyat menerjang Aceh di mulai dari gempa 9,1 SR di samudera Hindia. Lebih dari 200 jiwa meninggal dan sisanya menghilang. Bendera Merah Putih dikibarkan setengah tiang sebagai wujud dari peringatan hari yang mengharukan ini. Bencana yang kemudian didaulat sebagai bencana terbesar abad 21.

Mari sejenak mengingat dan berdoa bersama-sama agar arwah-arwah mereka semua senantiasa tenang di sisi-Nya dan agar keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan serta kemudahan.
Terima kasih Aceh atas pelajaran yang telah diberikan, agar kita sebagai umat manusia tetap bersyukur dan bertawakal kepada Tuhan Yang Maha Esa.
by : @irfantf @kraken.ub

MedanTalk: Talk of the Town, Berita Cerita Kota Medan selalu di Medan Talk

View in Instagram ⇒

Follow our social media: Instagram, Facebook & twitter @MedanTalk untuk berita dan cerita Kota Medan

Leave a Reply