9
February , 2012
Thursday
jjgrosir
Pamera mobil
macanlink-web-600px
blackberry shop
kartu diskon
kost modern medan
macan delivery
<< >>

Meneguk Pesona Lembah Bakara

Posted by Baday| Medan Talk On March - 7 - 2010

Deretan perbukitan yang memagari lembah itu. Air danau yang hijau kebiruan terhampar di satu sisinya. Dua bentang alam itu menjaga kehidupan masyarakat Batak di lembah itu sejak ratusan tahun lalu. Sepotong pesona tanah Batak yang dikenal sebagai Bakara.

Bakara adalah bentangan lembah datar seluas ratusan hektare. Sebuah kampung yang penuh pesona dengan wisata alam dan budaya yang tersohor hingga ke negeri lain. Wilayah administratifnya di Kecamatan Baktiraja, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara.

Lembah yang berjarak belasan kilometer dari Dolok Sanggul itu terdiri dari beberapa desa dan dusun. Dibelah oleh dua aliran sungai besar yang berair deras. Sungai terbesar yang dominan adalah Aek Silang yang bersumber dari air terjun yang tercurah dari bentangan perbukitan. Sungai kedua yang lebih kecil bernama Aek Simangira. Keduanya mengaliri beberapa desa dan bermuara di Danau Toba dan menjadi sumber air utama bagi kebutuhan mandi, cuci, dan kakus warga di seluruh lembah Bakara.

Suhu di lembah Bakara relatif dingin dan sejuk sepanjang hari, dengan tebaran banyak mata air (mual). Mata air utama yang terbesar adalah Aek Sitio-tio. Lokasinya tak jauh dari pusat Kerajaan Sisingamangaraja di Lumban Raja di jantung lembah Bakara.

Tempat pemandian alam yang dulunya berupa telaga kecil itu bersumber dari mata air “abadi” yang dinaungi sebuah pohon besar sejenis hariara (sejenis beringin) yang airnya tak pernah kotor. Sepanjang tahun selalu bersih, jernih, dan dingin. Kejernihan dan kesejukan Aek Sitio-tio selalu “memanggil” pengunjung untuk berendam di sana. Rugi rasanya jika tidak mencoba telaga yang dulu pernah jadi tempat istirahat favorit tentara Belanda masa kolonial.

Selain telaga, di Bakara juga banyak ditemui air terjun. Hampir si setiap penjuru terhampar air terjun besar maupun kecil. Semuanya punya kekhasan tersendiri. Namun yang paling dikenal sebagai obyek wisata adalah Aek Sipangolu.

Aek Sipangolu adalah air terjun yang dipercaya sebagai air suci yang mengandung unsur dasar perawat kehidupan. Penduduk sekitar sejak dulu kala percaya air tersebut bisa menjadi “obat” bagi banyak kebutuhan.

Dari pinggiran aliran air terjun ini, kita bisa melahap pemandangan danau toba dari sisi yang lain. Atau boleh juga beristirahat sambil minum kopi atau teh dari warung sederhana yang dikelola penduduk lokal.

Walau kita tak begitu familiar dengan lembah Bakara, ia justru dikenal dalam catatan sejarah bahkan cukup dikenal di negeri Belanda, sebagai lembah eksotis yang menyimpan muatan sejarah dan budaya.

Bakara merupakan pusat pemerintahan Sisingamangaraja, persisnya di Desa Lumbanraja. Sejak pemerintahan Sisingamangaraja ini, adat dan budaya Batak semakin mengental karena sang raja yang kharismatik menyebarkan ajaran kebaikan dan kebajikan yang berakar dari adat istiadat Batak. Sisingamangaraja menjadi teladan dan panutan raja-raja Batak di sekitarnya.

Kompleks istana kerajaan Sisingamangaraja di Lumbanraja, yang terdiri dari empat bangunan rumah Batak kuno masih bisa dilihat hingga kini. Namun bangunan yangsudah beberapa kali direnovasi itu bukan lagi bangunan asli, karena sesungguhnya istana tersebut sudah dibumihanguskan pada masa berkecamuknya Perang Batak menentang kolonialisme Belanda (1877 – 1907) yang dipimpin Sisingamangaraja XII.

Di area kompleks istana persis di halaman depan deretan bangunan istana, terdapat sembuah makam persegi panjang dari semen yang dilengkapi ornamen Batak, ukiran bendera kerajaan Sisingamangaraja, cap (stempel) Sisingamangaraja, dan sebuah prasasti beraksara Batak Toba.

Lalu di persis di luar kompleks yang dipagar keliling dengan batu dan besi itu, masih bisa ditemukan satu situs yang unik. Namanya Batu Siungkap-ungkapon. Situs batu berdiameter 80-an cm ini konon dulunya digunakan dalam ritual untuk meramal dan memprediksi hal-hal yang sangat penting, terutama dalam bidang pertanian.

Mengunjungi Bakara, Anda bukan saja bia menikmati keindahan alam, sejuknya udara, dan suasana kampung Batak, tapi juga bisa melihat situs sejarah yang sangat penting dalam sejarah kerajaan Batak menentang Kolonial Belanda di masa lalu. (foto: EH Bakara)

Popularity: 2% [?]

Berita Cerita Berkaitan

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

4 Responses

  1. lerman simanjutak Says:

    enak banget duh???jalan-jalan ke bakara sselain wisata danau tobanya kebiru-biruan seperti awan tu…

    Posted on March 15th, 2010 at 8:11 AM

  2. marina Says:

    Sayang ya rute jalanny ga tlalu rinci,, lwt mana y klu mw ksAna,, asik jg ni tempatny,,
    Bosan di medan terus,, dan fasilitas apa saja yg ada jika mau berlibur bersama keluarga ke bakara,,
    Penginapan? Makanan? Price list? Ada yg tw ga website mengenai pesona alam bakara..

    Posted on May 17th, 2010 at 8:25 AM

  3. Denny Sitohang | Medan Talk Says:

    lerman simanjuntak, terima kasih sudah mampir di medantalk.com. silahkan kirim email ke redaksi@medantalk.com, nanti editor kami yang menulis artikel itu akan menjelaskan rute pastinya, sekaligus dengan hal-hal yang kamu tanyakan itu.

    salam,

    Posted on May 17th, 2010 at 7:51 PM

  4. Baday| Medan Talk Says:

    Ada sejumlah akses untuk mencapai Lembah Bakara:
    1. Pertama jalur pegunungan melalui Medan – Brastagi – Kabanjahe – Merek – Sidikalang – Dolok Sanggul – Bakara. Jarak tempuhnya sekitar 260-an km dengan panorama pegunungan yang bisa ditempuh selam 5 jam perjalanan bermobil.
    2. Jalur dataran rendah Medan – Tanjung Morawa – Lubuk Pakam – Tebing Tinggi – Parapat – Balige – Siborong-borong – Bakara. Jarak tempuhnya sekitar 350-an km dengan waktu tempuh 6-7 jam perjalanan bermobil.
    3. Jalur danau dari Parapat, Balige, Muara, atau Samosir. Artinya dari tepian danau Toba ini kamu bisa menyewa perahu bermotor menuju Bakara dengan harga bervariasi antara Rp 15.000 – Rp 100.000-an ribu.

    Jika tiba di Dolok Sanggul (dari rute 1), perhatikan plank rute menuju Si Borong-borong di pasar Dolok Sanggul – Jalan Siliwangi dan temukan papan petunjuk di pertigaan menuju lembah Bakara (pertigaan simpang Bakara sekitar 2-4 km dari pusat kota Dolok Sanggul – pusat pasar). Atau jika dari rute 2, setelah Si Borong-borong, perhatikan plank di pertigaan simpang Bakara sebelum mencapai Dolok Sanggul… semoga info ini bermanfaat.

    Posted on May 18th, 2010 at 12:27 AM

Silakan Berikan Komentar




Copyright by: MedanTalk.com | SiteMap | Twitter | Facebook | Contact | Supported by: MedanKu | Macan Group | All rights reserved Worldwide.