Seorang warga Rusia di timur jauh dijatuhi hukuman empat tahun penjara gara-gara menebang pepohonan di kawasan perlindungan harimau Siberia. Ini merupakan satu kasus khusus yang jarang terjadi.
“Amatlah jarang sesorang di penjara dalam kasus seperti ini,” kata petugas WWF di Amur, wilayah Primorye Rusia, seperti yang diberitakan kantor berita Ria Novosti.
Lelaki itu pada tahun lalu didakwa telah terlibat penebangan ilegal pinus korea lebih dari 2.600 meter kubik, berdasarkan laporan WWF dan petugas kehutanan Rusia.
Persoalannya, pepohonan jenis itu merupakan bagian mata rantai makanan yang penting bagi harimau Siberia/Amur sebagai predator puncak, jelas sejumlah pecinta lingkungan.
Laju penebangan hutan terutama jenis pinus Korea memang sanagat luar biasa di wilayah ini, utamanya dilakukan oleh penduduk lokal dalam seperempat abad terakhir. Penebangan terus berlanjut walau sudah ditetapkan peraturan dan pelarangan aktivitas penebangan di kawasan tersebut. Penebangan pepohon jenis ini tentu saja sangat membahayakan nasib harimau siberia, karena mereka mendiami kawasan hutan pinus bersalju ini sejak dulunya.
Pengawas kehutanan mencatat bahwa pada awal Februari ini, sudah sekitar 3.000 meter kubik pohon pinus dan jenis pohon berkayu lainnya yang ditebang secara ilegal.
Sementara harimau Siberia merupakan satu spesies yang sudah pada garis kritis punah. Berdasarkan data WWF, sejak 1940-an
kucing besar daerah bersalju ini dinyatakan sudah berada di ambang kepunahan dan hanya tersisa sekitar 40 ekor di alam liar.
Tetapi sejak dilakukan kampanye perlindunagndan proteksi terhadap habitat dan spesiesnya secara ketat, populasi harimau Siberia sudah mulai terpulihkan. Walau tetap saja ancaman ilegal loging menjadi masalah utama yang dihadapi untuk mempertahankan habitat dan kelestarian kehidupan harimau Siberia terakir di muka Bumi ini.*
Popularity: 1% [?]
RSS Feeds
Twitter
Facebook
E-Mail










