Medan Fashion Trend 2010 (MFT’10) yang digelar di JW Marriot, Kamis (28/1), yang sempat terekam dalam lensa MedanTalk, menjadi momen bersejarah dalam dunia fashion Medan. Event yang menghadirkan 9 perancang busana yang tergabung dalam Asosiasi Perancang Pengusaha mode Indonesia (APPMI) Medan dan 5 perancang busana Jakarta ini, dibuka langsung oleh Ketua Dekranasda Sumut, Ny. Hj. Fatimah Habibie Syamsul Arifin.
Beberapa desain yang ditampilkan di antaranya, karya Nilawati Iskandar yang merupakan Ketua Umum APPMI Sumut dengan tema “Regalia”. “Gaya busana ini mencampur unsur tradisional Indonesia dengan unsur modern dari Barat. Detail lipit dan frill menjadi penambah unsur feminim dan romantis pada koleksi ini,” jelas Nilawati dalam keterangan persnya.
Sementara Hartono Gan, misalnya, mengusung tema “Ray” menjelaskan rancangannya terinspirasi gerakan dari sinar matahari yang serba cepat menggambarkan aktivitas wanita urban dengan mobilitas tinggi.
Sebagian besar rancangan busana yang ditampilkan perancang busana lokal memang tergolong bukan tema baru lagi dalam dunia fashion. Meski demikian, dengan adanya perpaduan unsur etnik dan modern di dalamnya, membuat event ini menjadi sedikit lebih istimewa. Selanjutnya, setelah event ini, kita tunggu respon pasar. Apakah memang Medan ke depan mampu menjadi salah satu barometer fashion Nusantara?
Tentu, kreatifitas dan makin seringnya digelar event yang sama bisa memberikan jawaban itu semua. Bila toh, kedua hal itu sudah dilakukan, namun respon pasar belum juga ada, itu artinya Medan adalah kota follower sejati. Bukan trendsetter. Ow, semoga hal itu tidak terjadi selamanya.
Popularity: 2% [?]
RSS Feeds
Twitter
Facebook
E-Mail












