Sekumpulan serangga, jamur, dan bentuk kehidupan lain ditemukan terjebak dalam getah beku (amber) dari zaman dinosaurus.
Amber berusia 95 juta tahun itu bisa menjelaskan kapan dan di mana tanaman pertama berbunga dan kemudian diversifikasi selama periode Cretaceous. Demikian laporan para ilmuwan pekan ini publikasi Proceedings of the National Academy of Sciences.
Penelitian itu merekonstruksi sebuah hutan tropis kuno yang ditemukan di wilayah Ethiopia saat ini, semuanya dari era ketika benua masih menjadi satu super benua Gondwana.
Amber sendiri sudah sangat menarik. Ia merupakan fosil dari resin/getah pohon. Serangga bisa terbungkus dalam amber jika semasa hidupnya ia terjebak dalam resin yang belum mengeras. Struktur kimiawi amber sendiri sangat mengejutkan yang mungkinsaja berasal dari awal mula botani atau sejenis pohon berdaun jarum yang belum diketahui sebelumnya. Sangat berbeda dari jenis amber temuan sebelumnya yang mengandung kapur.
Sebuah tim internasional dari 20 ilmuwan memberikan kontribusi untuk mempelajari amber yang ditemukan ini. Mereka menemukan 30 arthropoda terjebak dalam amber dari 13 keluarga serangga dan laba-laba.
Fosil-fosil ini merupakan beberapa catatan paling awal dari fosil Afrika untuk berbagai arthropoda, termasuk tawon, barklice, ngengat, kumbang, semut primitif, serangga langka yang disebut zorapteran, dan lembaran jaring laba-laba penenun. jamur parasit yang hidup di pohon beresin juga ditemukan, serta filamen bakteri dan sisa-sisa tanaman berbunga dan paku-pakuan.* (livescience/yn)
Popularity: 1% [?]
RSS Feeds
Twitter
Facebook
E-Mail












