9
February , 2012
Thursday
jjgrosir
Pamera mobil
macanlink-web-600px
blackberry shop
kartu diskon
kost modern medan
macan delivery
<< >>
Posted by Denny Sitohang | Medan Talk On November - 24 - 2009

jjgrosir

Film 2012 besutan Roland Emmerich terus menuai pro kontra. Dianggap menceritakan hal-hal yang tidak benar dan bahkan cenderung memberi gambaran kebohongan publik, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumut mengimbau warga untuk tidak menonton film 2012.

abdullah syah maAdalah Prof. DR. H Abdullah Syah MA, Ketua MUI Sumut. Seperti dikutip Harian Analisa, Abdullah, mengimbau masyarakat untuk tidak menonton film ini. Film 2012, kata Abdullah, menceritakan hal-hal yang tidak benar bahkan cenderung memberi gambaran kebohongan publik.

Karenanya, Abdullah berharap penonton, utamanya umat muslim, tidak mempercayai gambaran hari kiamat seperti yang disajikan film 2012. “Film 2012 itu bisa merusak akhlak umat muslim kalau sampai mereka (umat muslim) menonton dan percaya dengan gambaran hari kiamat seperti yang ada di film tersebut,” katanya.

Opini Abdullah ini berseberangan dengan koleganya Dr H Hasan Bakti Nasution, Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumut. Seperti kami beritakan sebelumnya, Nasution beropini film 2012 cukup dijadikan hiburan semata dan tidak diapresiasikan atau diinterpretasikan terlalu jauh. Menurutnya, film ini pada dasarnya hanya fiksi yang bisa menjadikan objek apapun sebagai cerita utamanya.

Guru Besar IAIN Sumatera Utara ini memandang film 2012 tidak ada bedanya dengan film lainnya yang mengkhayalkan sesuatu yang akan terjadi di masa datang dengan polesan kemajuan teknologi canggih.

Kepada umat Islam, Nasution, berharap film ini dapat lebih memperkuat keimanan dan keyakinan kepada Allah. Karenanya, Nasution mempersilahkan umat Islam untuk menontonnya karena merupakan hiburan.

2012-movie1Bagaimana tanggapan warga? Pro kontra film 2012 ini masih menjadi perbincangan hangat di dunia maya dan kehidupan sehari-hari warga Medan. Aneka milis masih menjadikan topik ini menjadi diskusi utama. Malah, berita kami sebelumnya menuai puluhan komentar. Apalagi ketika MUI mulai memberikan opini berbeda-beda.

Armand, warga Medan menganggap respon MUI terlalu berlebihan. Menurutnya, film ini juga membawa pengaruh baik, karena mengingatkan orang pada situasi saat dunia benar-benar hancur. Penonton, yakin Armand, akan merasa takut dan akan banyak berbuat kebaikan. “MUI sebaiknya jangan asal cekal film, masih banyak film horor atau film komedi Indonesia yang tidak pantas untuk dipertontonkan tetapi tidak dicekal,” katanya.

Tetap Ramai

Hingga kemarin, antrean penonton masih terlihat di beberapa bioskop yang memutar film 2012 ini. Di antara penonton, ada yang mengaku jadi ingin menonton karena pro-kontra yang muncul. “Banyak orang bilang film ini mau dicekal, makanya saya pengen nonton, penasaran sama ceritanya,” ungkap Devi, salah satu penonton.

Film 2012 mengisahkan, warga dunia panik saat ramalan suku Indian Maya Inca Peru tentang kiamat menjadi kenyataan. Patung Kristus Sang Penebus yang berdiri kokoh di Rio de Janeiro, Brasil, hancur berkeping-keping. Hujan meteor berbola api disusul gempa mengguncang hebat. Yang tak kalah menggetarkan, basilika Gereja Santo Petrus di Vatikan, runtuh. Penonton pun akan terpana menyaksikan kapal perang USS John F Kennedy tak berdaya diamuk badai dan akhirnya karam. (Sumber: Analisa)

Popularity: 1% [?]

Berita Cerita Berkaitan

You can leave a response, or trackback from your own site.

2 Responses

  1. Berry Says:

    2012:

    1. Film ini bukan bercerita tentang kiamat, tetapi bercerita tentang gejala alam yang mungkin segera akan terjadi oleh karena dunia semakin tua. Dan pergeseran bagian bawah bumi semakin parah.Dan juga oleh karena keadaan di ruang angkasa yang mengalami perubahan.

    2. Manusia harus siap utk menghadapi kemungkinan tersebut. Mulailah pergunakan kesempatan kita yang hanya sedikit ini utuk memperbaiki hubungan kita dengan ALLAH.

    3. Dalam film ini ada makna yang terkandung untuk keluarga, yaitu :
    - perpisahan suami istri yang diakibatkan oleh keegoisan dan ketidak pedulian kepala keluarga. Kepala keluarga yang tidak dapat memimpin keluarganya. Kepahitan anak akibat perceraian. Penyesalan setelah terjadi. Sikapilah bahwa keluarga kita lebih berharga dari segala kesibukan, harta, dll. Alkitab mengajarkan kpd kita, bapak-bapak jangan sakiti hati anakmu.(kol 3:21).

    - Penyelesaian masalah keluarga bukan dengan perceraian atau perselingkuhan.Keluarga yang Tuhan sudah berikan pada kita itu yang terbaik. Biasanya kita sadar setelah segala sesuatunya habis dan hancur, yang ada cm diri kita dan keluarga kita.(peristiwa gempa tersebut yang mempersatukan keluarga, sebab mrk sdh tdk punya apa-apa lagi).

    - Jangan menyimpan kepahitan dan dendam, hendaknya saling memafkan sebelum terlambat.( ketika seorang ayah menelpon anaknya untuk minta maaf, namun terlambat).

    4. Film ini menyiratkan kondisi manusia akhir jaman yang kasihnya terhadap sesama sudah pudar.
    Dalam film ini di lambangkan dengan Tokoh para pemimpin negara. Dari seluruh pemimpin negara yang besar, hanya satu orang yang masih peduli dengan orang rakyat biasa.
    Begitu juga kita anak-anak Tuhan, hanya sedikit yang mau peduli pada sesama.Kasih yang memudar (2tim3:1-4).Justru ciri manusia akhir jaman muncul dalam diri Anak-anak Tuhan.Bukan dari agama lain.

    Ada imbauan untuk kita yaitu, jangan takut untuk menyatakan kebenaran dengan menegur yang salah agar dapat kembali pada jalan yang benar.O:)

    Posted on November 25th, 2009 at 10:26 AM

  2. Syafrian\sapri Says:

    Mencegah Maksiat & Munkar.

    Apa sebenarnya Maksiat & Munkar Kalau bisa dikatakan begitu ?.
    Itulah Sekedar Pertanyaan Dari Saya :

    Nama : Syafrian.
    Umur : 40 Tahun
    Agama : Islam.
    Alamat : Penumpang Mesjid Al – Muslimin.

    Apakah perbutan itu sudah dilaksanakan oleh kita sebagai ummat islam.

    Posted on October 25th, 2011 at 7:16 AM

Silakan Berikan Komentar




Copyright by: MedanTalk.com | SiteMap | Twitter | Facebook | Contact | Supported by: MedanKu | Macan Group | All rights reserved Worldwide.