Tak mudah menjelaskan bagaimana nikmatnya memelihara ikan Koi. Itu makanya, untuk mengetahui bagaimana mikmatnya memelihara ikan yang sukses dibudidayakan di Negeri Sakura ini, ada baiknya langsung terjun ke dalamnya. Artinya, mulailah memelihara ikan Koi dan rasakan sensasinya. Seperti yang dialami para maniak-maniak koi, yang tergabung dalam komunitas Medan Koi Club.
Lekuk tubuh koi memang indah. Corak dan warnanya yang kontras telah menjadi daya pikat tersendiri. Bagi sebagian orang, memelihara ikan Koi adalah hobi yang dapat mendatangkan kepuasan tersendiri. Tak hanya itu, ikan Koi dapat menjadi pengobat stress.
“Memelihara ikan Koi, secara pribadi, adalah sebuah kepuasan tersendiri. Setidaknya, bisa menjadi penenang. Pengobat stress, semacam itulah,” begitu kata Yastin Utama, salah seorang pecinta ikan Koi, Medan.
Yastin mengaku sejak lama sudah menggemari ikan Koi. “Selain hobi, saya melihat peluang bisnis untuk ikan Koi juga sangat potensial,” ujarnya menjelaskan ikan Koi yang ternyata sangat digemari tak hanya di negeri asalnya Jepang dan Indonesia, tapi juga di Eropa. Beberapa tahun belakangan, ia juga membudidayakan ratusan ekor ikan Koi, baik lokal maupun impor langsung dari negeri asalnya.
Tak jauh beda dengan Yastin, Tjie Kok, juga mengaku sangat gemar memelihara ikan Koi. “Ikan Koi itu unik. Tak hanya bentuk dan coraknya yang menarik, tapi juga daya tahan hidupnya. Bayangkan, ada ikan Koi yang usianya mencapai 263 tahun, salah satu ikan Koi asal Jepang,” ujar Tji Kok, atau akrab dipanggil A Hai.
Di Indonesia sendiri, terdapat beberapa klub pecinta ikan Koi, seperti di Semarang, Sumatra Barat, Blitar, Jakarta, Surabaya, Bengawan (Solo), Yogkarta, Makassar, Sukabumi dan beberapa kota lainnya.
Di Medan sendiri sebenarnya peminat ikan Koi cukup banyak. Sayangnya, sebelumnya tidak pernah terpikir untuk membentuk komunitasnya. Namun, kini setidaknya pecinta ikan Koi di Medan telah memiliki komunitas yang diharapkan mampu menghimpun sesama pecinta ikan Koi. Komunitas itu disebut Medan Koi Club (MKC).
Klub yang digagas oleh Anang Sutoto (ketua), Yastin Utama (wakil), Susanto atau lebih akrab dipanggil Asan (bendahara), Hartono (wakil bendahara), Tji Kok (sekretaris) dan Suwandi (wakil sekretaris) ini, diharapkan akan menjadi wadah untuk mengembangkan minat masyarakat Medan untuk mencintai ikan Koi.
Popularity: 1% [?]
RSS Feeds
Twitter
Facebook
E-Mail










