Liburan dalam rangka peringatan Paskah dan Chengbeng (sembahyang kubur) setidaknya membawa berkah terhadap sejumlah hotel di Medan maupun di luar kota.
“Tingkat okupansi selama Cheng Beng dan Paskah tahun ini hampir sama dengan tahun lalu sekitar 80-90 persen,” Pulic Relation Grand Angkasa, Idawati Onggo, Jumat (2/4), di Medan.
Diakuinya, mayoritas tamu menginap di hotel itu berasal dari kalangan keluarga dan luar kota seperti Jakarta. Bahkan, dari daftar registrasi hotel tamu diketahui bahwa sejumlah tamu datang dari luar negeri seperti Singapura dan Malaysia. Walau respon tamu menginap tergolong bagus, namun pihaknya tetap memberlakukan harga kamar secara normal dan tak dikenakan surcharge.
Hotel Aryaduta juga mengalami kenaikan. Meski tak setajam rivalnya Grand Angkasa, namun hotel berbintang lima yang masih tergolong pemain baru di Medan ini tetap menunjukan tingkat okupansi cukup baik sekitar 70%.
“Tingkat hunian kamar malah di atas 70 persen dari hari biasa. Kalau dibanding weekday, ada naik sekitar 5 persen. Sudah lumayan bagus,” ucap Public Relation Hotel Aryaduta Dhicky Septoni juga menjawab serupa saat ditanyakan kondisi okupansi kamar hotel saat ini.
Dijelaskannya, kebanyakan tamu yang datang menginap selama beberapa hari juga dari luar kota dengan tujuan bisnis khusus merayakan Cheng Beng bersama keluarga besarnya di Medan. Dari 70% penghuni kamar, 50% di antaranya datang dari luar kota Medan. Pada 2 April pihaknya juga akan diadakan Easter Festive berbalut International Lunch Dinner.
Okupansi hotel di luar kota juga mengalami kenaikan meski tak begitu siginifikan. “Semalam tingkat okupansi lumayan, dapat 70 persen. Malam ini turun 60 persen, besok 30 persen. Liburan tak penting dan tak berpengaruh, karna Sabtu anak-anak masih kembali sekolah. Yang mantap, kalau libur panjang berdekatan dengan hari libur biasa,” ujar GM Hotel Niagara Prapat Cahyo Pramono.
Popularity: 1% [?]
RSS Feeds
Twitter
Facebook
E-Mail












