Pagi Tadi, Deleng Sinabung Kembali Meletus
03/09/2010 in News
Deleng (gunung) Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Jumat (3/9/2010), sekitar pukul 04.35 WIB kembali meletus dan menyeburkan asap yang sangat tebal.
Kali ini, abu vulkanik dan asap hitam tebal yang keluar dari kawahnya mencapai sekitar 3.000 meter. Letusan ini merupakan yang terbesar dari tiga ledakan sebelumnya.
“Seluruh warga radius 6 km panik. Radius 3 km, desa di kaki gunung kosong total, tak terkecuali Brimob yang berjaga,” tulis Roy Pohan, fotografer lepas asal Medan yang sedang berada di Desa Tiga Pancur, Tanah Karo, dalam akun facebook-nya.
Kepala Pusat Vulkonologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Surono, mengatakan, suara gemuruh dan getaran terdengar dan terasa hingga radius 8 km lokasi di mana mereka berada.
Surono mengatakan, lontara abu diperkirakan mencapai 3.000 meter dan asap bergerak menuju timur akibat arah angin. “Hingga sekarang, getaran masih tetap berlangsung, entah itu sebagai pengisian kembali atau tanda-tanda penyeimbangan,” katanya.
Sebagian besar wilayah di sekitar kaki Gunung Sinabung hingga pukul 07.00 WIB pagi tadi gelap karena tertutup asap.
Sejak Kamis (2/9/2010) malam, warga di kaki Sinabung sudah diungsikan. Warga dalam radius enam kilometer sudah diminta untuk meninggalkan lokasi mereka berada.
Surono berharap, letusan Jumat menjadi yang terakhir. “Biasanya yang terbesar itu akan mengakhiri letusan. Secara ilmiah, munculnya kubah lava seperti ini biasanya menjadi akhir dari kegiatan vulkanik gunung berapi,” katanya.
Letusan ini bisa menimbulkan kubah lava baru di puncak gunung, pertanda tidak akan ada lagi letusan gunung susulan. Kubah lava baru atau biasa juga disebut sebagai “kubah penutup” diharapkan akan mengakhiri erupsi. Fenomena ini lazim terjadi di gunung-gunung berapi di Indonesia.
FOTO: ANDI CRISTOP
Popularity: 1% [?]












