OTORITA Telekomunikasi Pakistan (PTA) memerintahkan perusahaan-perusahaan telepon genggam untuk memblokade pesan-pesan yang mengandung kata-kata “cabul”. Perintah PTA ini berlaku mulai 21 November besok. Perusahaan telepon genggam Telenor Pakistan dan Ufone mengatakan bahwa PTA telah mengirim “kamus” berisi kata-kata dan istilah yang dilarang itu.
“Kami telah menerima kamus dan memo dan kami sedang membahas langkah selanjutnya,” kata Anjum Nida Rahman, Juru Bicara Telenor Pakistan. Adapun Ufone menyatakan sedang memikirkan cara memblokade kata-kata yang dianggap tidak pantas itu. Sebelumnya surat tertanggal 14 November yang ditandatangani seorang pejabat Otorita Telekomunikasi Pakistan telah bocor ke kalangan media.
Juru Bicara PTA Mohammad Younis mengatakan langkah ini dilakukan sebagai tanggapan atas keluhan konsumen. “Tak seorang pun menginginkan hal ini terjadi pada anak laki-laki atau anak perempuan mereka,” tambah Younis. Menurutnya, daftar kata dan istilah yang dilarang tersebut belum seluruhnya rampung dan akan terus ditambah.
Daftar kata-kata dan istilah terlarang ini sudah banyak beredar di internet meskipun belum bisa dipastikan keasliannya. Dalam versi yang belum dikukuhkan itu terdapat ratusan kata dan istilah dalam bahasa Inggris dan Urdu.
Berdasarkan versi yang beredar di internet, kata-kata yang masuk kategori meliput kata-kata cabul dan kata-kata yang sangat aneh. Banyak pengguna internet mencemooh larangan istilah-istilah melalui akun Twitter mereka. Sebagian menyarankan untuk mengganti nomer urut kata yang tertera dalam daftar dan bukan kata-katanya itu sendiri ketika mengirim pesan.
Pertumbuhan pengguna telepon genggam di Pakistan tumbuh pesat akhir-akhir ini. Sebanyak 100 juta warga Pakistan diperkirakan menggunakan telepon genggam.(Sumber:Lip6/BBC)
Popularity: 1% [?]
RSS Feeds
Twitter
Facebook
E-Mail












