PARA penggemar kopi harus mempersiapkan diri dengan kenaikan harga kopi. Sebab, pasokan kopi dunia mengalami penurunan akibat pasokan kopi dari negara produsen Vietnam dan Indonesia turun.
Analis F.O. Licht dalam laporannya yang dikutip Bloomberg mengatakan, kurangnya pasokan kopi tersebut terjadi karena eksportir kopi Indonesia kesulitan mengumpulkan stok kopi dari petani. “Eksportir kopi bahkan telah membatalkan pengiriman sekitar 100.000 karung yang masing-masing berisi 60 kilogram (kg) kopi robusta untuk pengiriman April dan Mei karena sulitnya mendapatkan pasokan karena ketidakpastian panen,” kata Licht pekan lalu.
Harga kopi robusta di bursa NYSE LIFFE untuk pengiriman Juli 2011 tercatat sebesar US$ 2.543 per ton. Padahal di awal pekan lalu, harga kopi masih beraada di level US$ 2.473 per ton.
Seperti diketahui, tingginya curah hujan sejak tahun lalu menyebabkan pasokan kopi global menyusut. Sekretaris Jenderal Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) Rachim Kaitabrata membenarkan kondisi tersebut. Ia mengaku, eksportir kesulitan mendapat pasokan biji kopi dari petani. “Produksi kopi turun,” kata Rachim kepada KONTAN Senin (23/5).
Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Gamal Nasir bilang, anomali iklimlah yang menjadui sumber masalah penyusutan propduksi kopi tersebut. Tahun lalu, produksi kopi bahkan turun hingga 30% menjadi hanya sekitar 600.000 ton. “Pembatalan kontrak bisa terjadi karena stok berkurang,” kata Gamal.(Sumber:Kontan)
Popularity: unranked [?]
RSS Feeds
Twitter
Facebook
E-Mail












