Pasukan Tempur Terakhir AS Tinggalkan Irak
20/08/2010 in Medan Talk
Barisan panjang kendaraan tempur lapis baja AS, bergerak di tengah gurun yang senyap, kala fajar akan menyingsing, Kamis (19/8). Konvoi militer itu melintasi kawat duri perbatasan Irak – Kuwait, sebagai barisan pasukan tempur terakhr AS yang meninggalkan Irak.
Bagi pasukan dari Brigade Stryker Ke-4, Divisi Infanteri 2, ini adalah satu hal yang melegakan. Diiringi sorak sorai dan luapan kegembiraan para serdadu yang akan segera pulang ke tanah airnya.
Selama tujuh tahun lima bulan setelah invasi pimpinan Amerika, brigade tempur terakhir Amerika itu pun meninggalkan Irak, memenuhi seruan Presiden Barack Obama mengenai batas akhir operasi tempur di Irak yang ditetapkan tanggal 31 Agustus 2010.
Brigade Stryker, yang berbasis di Joint Base Lewis-McChord di negara bagian Washington, yang nama brigadenya sesuai dengan kendaraan tempur (ranpur) andalannya itu bertugas mengangkut pasukan ke dan keluar dari medan pertempuran.
Selama bertugas di Irak, mereka telah kehilangan 34 personilnya. Brigade Stryker merupakan barisan terdepan dalam banyak pertempuran sengit, termasuk operasi di Baghdad timur dan provinsi Diyala, sebuah pusat pemberontakan, selama “gelombang operasi tempur” tahun 2007. Mereka mengevakuasi pasukan pada pertempuran Tarmiyah, sebuah pos terdepan
di mana 28 dari 34 tentara terluka kala menahan serangan pemberontak.
Dengan ditariknya Brigade Stryker, ini menandai gelombang terakhir pasukan tempur AS yang beroperasi di wilayah Irak. Meninggalkan catatan kematian pasukan AS – setidaknya 4.415 personil menurut perhitungan (sementara)
Pentagon pada Rabu kemarin.* (AP/Yahoo/net – foto: Reuters)
Popularity: 1% [?]












