Sekitar dua puluh perwakilan pedagang ikan yang berjualan di Jalan Martinus Lubis tepatnya bekas lahan RRI lama berkumpul di ruangan Direktur Operasional PD Pasar, Senin (16/11/2010) kemarin. Kegelisahan tergurat di wajah mereka manakala terlibat pembicaraan dengan M Tahjuddin Nur, Direktur Operasional PD Pasar.
“Bukan hanya rugi, gara-gara ini, ada pedagang tumpur, stress, sekarat bahkan suaminya ikut meninggal mikirin jualannya.” Ungkapan itu serentak dilontarkan puluhan pedagang ikan basah saat ditanyakan bagaimana nasib mereka pasca direlokasi Walikota Medan Rahudman, kala itu masih menjabat sebagai Pjs Walikota Medan. Mereka mengadu sulitnya nasib mereka sebagai pedagang ikan di lahan eks RRI.
Betapa tidak, sejak dipindahkan dari Jalan Veteran ke eks lahan RRI, omset pedagang ikan basah turun tajam. Selama sebulan berdagang di bibir Jalan Veteran, hanya menggunakan lapak, setidaknya omset yang mereka dapat jauh lebih baik ketimbang saat ini.
Toba Manurung, perwakilan dari perdagang mengaku, mereka bersedia dipindahkan kala itu karena menilai program pemko Medan merelokasi mereka, yang kala itu diketuai Dirut PD Pasar sangat masuk akal. Menata wajah kota Medan, mengurangi arus kemacetan jalan menjadi tujuan relokasi mereka.
“Kami menganggap program itu sangat baik. Kami dukung dengan bersedia dipindahkan dari Jalan Veteran ke lahan RRI. Cuma, selama setahun berjualan di sana, yang tadinya semua pedagang ikan ikut jualan, kini sebagian malah sudah kembali lagi ke Jalan Veteran. Itu yang tak kami mengerti,” sesal Manurung.
Menurutnya, awalnya 25 pedagang kembali lagi berjualan di pinggir Jalan Veteran dan kini bertambah menjadi 48 pedagang, menyewa lapak di lokasi tersebut. Padahal, di lahan eks RRI, pedagang tidak dikenakan biaya apapun baik berupa retribusi, biaya sewa lapak seperti dikutip di tempat awal.
“Di Veteran, biaya beli lapak sebesar 2,5 juta untuk selama pakai. Itu dikutip bukan oknum PD Pasar. Sedangkan di lahan sekarang, tidak ada kutipan, karena lahan memang sudah disiapkan pemko,” ujarnya.
Meski begitu, perasaan pedagang dibalut dilema, setidaknya meski tidak dipungut biaya, untuk menuju ke lokasi eks RRI dikenal dengan kemacetannya dan jauh dari akses jalan besar, hingga konsumen berpikir ulang untuk berbelanja ikan ke sana.
“Makanya kami ingin agar walikota memperhatikan nasib kami. Bagaimana keberadaan kami ke depannya? Sebab, kami sudah penuhi anjuran pemerintah untuk pindah, tapi bagaimana dengan teman kami yang balik ke Jalan Veteran? Untuk itu, kami hanya minta sedikit waktu kepada walikota agar bisa bertemu kami hingga bisa melihat bagaimana kondisi kami sebenarnya,” papar Manurung.
Pedagang, sebut dia, merasa siap dengan keputusan apapun yang diambil walikota, apakah mereka yang dikembalikan ke Jalan Veteran ataukah pedagang di lokasi tersebut dikembalikan lagi ke eks RRI. Selain itu, diminta agar oknum yang disinyalir melakukan jual beli lapak di Jalan Veteran kepada pedagang, untuk segera diusut.
Menanggapi hal itu, Direktur Operasional PD Pasar M Tahjuddin Nur mengatakan, pihaknya akan memfasilitasi pedagang bertemu dengan Walikota Medan, untuk mengadukan kondisi sebenarnya dari pedagang. “Saya akan fasilitasi mereka untuk bertemu Walikota, untuk mencari solusi terbaik buat mereka. Namun, kembali lagi kebijakan sepenuhnya di tangan Pemko,” tandasnya.
Popularity: 1% [?]
RSS Feeds
Twitter
Facebook
E-Mail












