TAHUN ajaran baru menjadi musim panen raya bagi Perum Pegadaian. Maklum, masyarakat banyak membutuhkan dana segar untuk membiayai pendidikan.
Kondisi ini meningkatkan nasabah Pegadaian hingga 30%-40% dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Manajemen Pegadaian optimistis, panen raya ini akan mendukung pencapaian target omzet pembiayaan tahun ini Rp 82 triliun, naik dari hasil 2010 sekitar Rp 63,71 triliun.
Ngadenan, Manajer Unit Usaha Gadai Pegadaian, menjelaskan bahwa peningkatan nasabah gadai selalu terjadi setiap pergantian tahun ajaran, yakni setiap Juni-Agustus. “Ini siklus tahunan yang selalu terjadi,” kata Ngadenan, kemarin (7/6).
Peningkatan nasabah gadai itu umumnya terjadi di kota-kota kecil, seperti Madiun, dan Jember. Sedang di kota-kota besar, seperti Jakarta dan Surabaya, tidak terlihat lonjakan. Penyebabnya, pergerakan ekonomi di kota-kota besar sangat cepat. “Mereka telah menggunakan jasa gadai setiap saat, tanpa mempedulikan musim atau bulan tertentu,” ujar Ngadenan.
Sekadar informasi, sejak Januari-Mei 2011, penyaluran pinjaman Pegadaian mencapai Rp 25 triliun atau rata-rata Rp 5 triliun per bulan. Dari jumlah itu, 95% pembiayaan berbentuk jasa gadai emas.
Dengan perhitungan pembiayaan meningkat 40%, maka rata-rata pembiayaan Pegadaian di bulan Juni-Agustus 2011 nanti bisa mencapai Rp 7 triliun. Dan hitung punya hitung, pembiayaan gadai hingga akhir Agustus 2011 bakal mencapai Rp 53 triliun.
Ngadenan menambahkan, pertumbuhan gadai itu bisa saja melebihi perkiraan. Hal ini karena, harga emas sedang tinggi. Per 7 Juni lalu nongkrong di harga US$ 1.549,8 per ons troi. Setahun terakhir, harga ini tumbuh 23,65%. “Harga emas mahal, masyarakat pasti lebih memilih menggadaikan perhiasan mereka daripada menjual,” papar Ngadenan.
Khusus di produk Kredit Cepat Aman (KCA), hingga akhir tahun ini Pegadaian menargetkan pembiayaan sebesar Rp 72 triliun. Dengan dukungan musim panen di tahun ajaran baru ini, manajemen optimistis bisa mencapai target tersebut.
Terlebih lagi, masa pergantian tahun ajaran pendidikan itu juga berdekatan dengan masa panen lain, yakni perayaan Idul Fitri. “Nasabah gadai bakal lebih banyak lagi di masa itu,” jelas Ngadenan.
Gadai Syariah Naik
Unit Layanan Gadai Syariah (Ar-Rahn) juga “berpesta”. Budiyana, Manajer Unit Layanan Gadai Syariah Pegadaian, menghitung, di tahun ajaran baru ini, terjadi peningkatan penyaluran pembiayaan hingga 30% dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Sebagai catatan, selama periode Januari-April 2011, Gadai Syariah telah menyalurkan pembiayaan Rp 2 triliun atau Rp 500 miliar per bulan.
Khusus di bulan Mei, Budiyana mengatakan, terjadi peningkatan omzet 10% dari rata-rata bulanan. “Di Juni ini, hitungan kami, paling tidak bisa menyalurkan Rp 650 miliar,” jelas Budiyana.
Menghadapi kenaikan permintaan, manajemen Pegadaian mengaku sudah menyiapkan amunisi dana. Salah satu sumber pendanaan berasal dari perbankan.
Awal Mei lalu, Pegadaian meraih pinjaman dari Bank Rakyat Indonesia (BRI ) sebesar Rp 500 miliar. Satu bulan sebelumnya, Bank Syariah Mandiri memberikan utang Rp 150 miliar. “Kami juga memiliki kas yang cukup untuk memfasilitasi permintaan nasabah,” terang Ngadenan.
Sementara, dari kinerja kuartal I 2011, Pegadaian mengantongi laba bersih sebesar Rp 350 miliar. Tahun ini, Pegadaian menargetkan perolehan laba bersih sebesar Rp 1,8 triliun.(Sumber:Kontan)
Popularity: 1% [?]
RSS Feeds
Twitter
Facebook
E-Mail










