Seiring dengan berubahnya pola hidup orang untuk mengakses berita, yang belakangan lebih cenderung ke arah online, maka diperkirakan pembaca media cetak akan terus beralih ke media online. Artinya, peluang untuk mendapatkan profit melalui iklan di media online diperkirakan masih akan sangat menjanjikan.
Demikian dijelaskan CEO Nielsen Online Jepang, Charles Buchwalter usai pembukaan Asia Pasifik Media Forum di Bali, Kamis (3/8). Buchwalter mengatakan, saat ini pembaca media online di Indonesia relatif kecil dibandingkan pembaca media konvensional, baru dua persen. Jauh dibandingkan Amerika sebesar 12 persen dan Jepang 10 persen.
Namun, pertumbuhan online bakal meningkat pesat, itu artinya peluang media online meraup iklan sangat besar. “Media online ini masih akan berkembang bisa mencari keuntungan,” katanya, seperti dilansir VIVAnews.
Buchwalter mencontohkan laman jejaring sosial, Facebook. Saat ini penggunanya ada 400 juta. Dalam setiap 1 menit ada 2.000 orang yang melihat sebuah iklan kecil yang terpampang di halaman Facebook.
Dengan pertumbuhan pembaca online yang terus meningkat, Buchwalter menyarankan para pemasang iklan tidak hanya menggunakan media konvensional, cetak dan televisi. Harus ada dana yang disisihkan untuk memasang iklan online.
Buchwalter mengatakan, kemajuan teknologi online tak lantas “membunuh” media konvensional. Televisi misalnya, masih jadi media favorit dan tidak tergeser oleh media online.
“Orang bilang media konvensional akan mati, tapi sebenarnya tidak, karena orang sekarang menikmati media secara bersamaan. Di internet ya, di televisi juga ya,” jelasnya.
Popularity: 1% [?]
RSS Feeds
Twitter
Facebook
E-Mail












