Pemerintah Indonesia mengkaji bidang-bidang baru yang dibuka untuk masuknya investasi asing yang akan diajukan dalam pertemuan para pemimpin negara ASEAN pada bulan Desember 2009. Pertemuan itu salah satunya akan membahas Daftar Negatif Investasi (DNI) untuk ASEAN.
Hal ini dikatakan oleh Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani ketika ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (28/1/2009).
“Jadi perjanjian tahap ke 7 (pemimpin ASEAN) ini akan memuat berbagai pembaharuan, revisi dari berbagai sektor jasa yang akan masuk dalam persetujuan. Tadi kita rapat mengecek masing-masing sektor apakah ada tawaran dari bidang-bidang yang dianggap baik dan memiliki nilai strategis untuk masuk ke dalam perundingan ke 7 ini,” tuturnya.
Adapun bidang-bidang strategis yang dibahas untuk peluang masuknya investasi asing dalam pembahasan DNI ASEAN adalah komunikasi, perhubungan, pariwisata, perdagangan bahkan pendidikan. Pemerintah akan memfinalkan sektor apa saja yang bisa dibuka untuk asing dalam 2 pekan ke depan.
“Kalau memang sudah ada tawaran dan dari sektor tersebut dianggap bahwa investasi itu memberi nilai lebih pada perekonomian kita, maka akan kita tawarkan untuk bisa menjadi sektor yang bisa dibuka dengan kepemilikan lebih dari 51%,” paparnya.
Pada dasarnya, lanjut Sri Mulyani, kebijakan tersebut juga akan membantu mengharmonisasi kebijakan-kebijakan sektoral pemerintah sehingga masing-masing sektor memiliki peluang investasi yang setara.
“Dan bisa tetap menjaga kepentingan strategis apalagi hal-hal yang sifatnya security. Jadi akan ada perbaikan dan penegasan mengenai rambu-rambu yang ditaati. Kepastian policy pasti akan membuat investasi bisa masuk,” pungkasnya.
Popularity: 1% [?]
RSS Feeds
Twitter
Facebook
E-Mail












