Pemerintah Provinsi Sumut akan melakukan program penanaman hutan tanaman rakyat (HTR), dengan target seluas 80.000 hektar yang tersebar di beberapa kabupaten.
“Penanaman HTR bertujuan untuk mengoptimalkan lahan-lahan terlantar di Sumut dan lewat cara ini membantu meningkatkan kesejahteraan petani,” ucap Kepala Dinas Kehutanan Sumut JB Siringoringo dalam Seminar Reboisasi dan Tanaman Industri, diadakan LKBN Antara bekerjasama dengan TobaPulp Lestari, Jumat (13/11), di Medan.
Dia menjelaskan, dalam kegiatan HTR itu pemerintah memberikan pinjaman lunak yakni bantuan dana berupa pembiayaan berbunga rendah kepada masyarakat. Dana pinjaman itu berkisar Rp 20 juta hingga Rp 50 juta per hektar dan dikembalikan setelah HTR menghasilkan.
Di tempat sama, Rahmawaty, ahli kehutanan dari Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara mengatakan, upaya menghutankan kembali kawasan tersebut sangatlah penting serta harus melibatkan masyarakat sekitar hingga lebih maksimal.
“Keberhasilan pelaksanaan menghutankan kembali memang harus ada partisipasi dari masyarakat setempat,” tukas Rahmawaty.
Diakuinya, dalam kurun waktu lima tahun terakhir masing-masing daerah terutama memiliki hutan seperti Langkat dan Tapanuli Selatan, terjadi perubahan penurunan luasan lahan kawasan tersebut, akibat pemanfaatan kayu oleh masyarakat setempat maupun perusahaan.
Meski belum bisa merinci berapa luasan hutan yang terus mengalami penyusutan lahan di Sumut hingga kini, dengan alasan masih dalam tahap kajian, dia menilai, masih belum terlambat untuk mengembalikan wajah hutan yang sempat dirusak oleh ulah oknum tak bertanggungjawab.
“Tak ada kata terlambat. Yang penting bagaimana masyarakat sekitar ikut terlibat,” tandas dia.
Popularity: 1% [?]
RSS Feeds
Twitter
Facebook
E-Mail











