4
February , 2012
Saturday
Pamera mobil
macanlink-web-600px
blackberry shop
kartu diskon
kost modern medan
macan delivery
<< >>

Penghargaan untuk “Perjuangan” Sang Pakar Jamur China!

Posted by Baday| Medan Talk On November - 8 - 2009

mushroom-plate1SEORANG pakar jamur asal China yang jadi pesakitan selama masa Revolusi Budaya, akibat menyelundupkan koleksi jamur-jamur langka China keluar dari negeri Panda itu sebelum Perang Dunia II, akhirnya pada Sabtu (7/11) diberi penghargaan karena mengembalikan jamur itu tujuh puluh tahun kemudian.

Pada satu seremoni di Akademi Sains China, Presiden Cornell University, David Skorton, menyerahkan koleksi jamur Shu Chun Teng. Teng mempelajari mycolology (ilmu tentang jamur) di Cornell University sekitar tahun 1920-an. Lantas beberapa dekade kemudian melakukan ekspedisi
untuk mengumpulkan aneka spesies jamur dan tumbuhan sejenis lumut dan ragi dari habitat hutan, ladang, dan rawa di negerinya.

Selama masa invasi Jepang tahun 1937, Teng merencanakan untuk memindahkan koleksi spesimen terbaiknya dari institut botani nasional (China) untuk tujuan penyelamatannya dari kehancuran selama perang. Dalam Perang Dunia II, ia pun menyelundupkan spesimen-spesimen itu dengan menggunakan kereta lembu ke wilayah Indochina dan meneruskan perjalanan lewat laut menuju Amerika Serikat. Sampai akhirnya ke-2.278 spesimen tersebut tersimpan di almamaternya di
negeri Paman Sam.

Namun tindakan Teng ini justru menjadi bencana baginya selama masa Revolusi Budaya China (1966 – 1976). Ia dicampakkan dari lab-nya, lalu
menjalani hukuman fisik dan mental akibat tudingan sebagai seorang pemberontak revolusi dan tuduhan kriminal lainnya, sampai akhirnya ia
menderita gangguan kesehatan dan kanker… lantas meninggal pada 1970 pada usia 67 tahun.

Penghargaan yang diberikan pada Teng, melalui putrinya Deng Yi, Sabtu kemarin, adalah atas upaya, motivasi dan dedikasinya dalam dunia
sains yang berhubungan dengan pengembangan keilmuan jamur. Selama pelariannya dari China, Teng melengkapi jurnal sainsnya dengan catatan
dan gambar-gambar koleksi jamur langka yang dikumpulkannya. Lalu mengirimkan salinan jurnal itu ke Cornell University.

Teng akhirnya kembali mengajar setelah perang, memperbaiki laboratorium mycology nasional dan menerbitkan buku-buku yang sangat penting sebagai sumber informasi mengenai jamur-jamur China dalam perempat pertama abad 20! (berbagai sumber)

Popularity: 1% [?]

Berita Cerita Berkaitan

You can leave a response, or trackback from your own site.

Silakan Berikan Komentar




Copyright by: MedanTalk.com | SiteMap | Twitter | Facebook | Contact | Supported by: MedanKu | Macan Group | All rights reserved Worldwide.