14
March , 2010
Sunday

Beli 2 Lebih Murah

Pengusaha Furniture Medan Mulai Cemas

Posted by Dedi Coky | Medan Talk On November - 17 - 2009

furnitureTahun ini kurang menggairahkan bagi pengusaha furnitur di Medan. Kondisi ekonomi yang belum stabil mengakibatkan sebagian distributor menurunkan kuantitas ekspor, bahkan ada yang berubah haluan dengan mengandalkan market domestik.

“Bisa bertahan saja sudah hebat,” ujar Ho Pheng, pengusaha perabot bermerek Lipin di Jalan Letda Sujono, Medan Selasa (17/11). Dijelaskannya, penjualannya menurun hingga 50 persen sejak terjadinya krisis ekonomi. “Saya berharap 2011 sudah pulih,” katanya.

Tahun sebelumnya permintaan produk perabot seperti kursi tamu, meja makan, lemari total bisa mencapai 300 set per bulan. Bahkan, tahun 1998, bisnis perabot mengalami masa jaya karena bisa membukukan penjualan hingga 500 unit. Kini hanya maksimal 100 set saja dengan harga rata-rata sekitar Rp 2 jutaan per setnya.

Pria yang memulai bisnis furnitur sejak tahun 1982 ini mengaku kondisi sekarang kiat bertambah berat manakala persaingan kian ketat. Tumbuh menjamurnya bisnis perabotan tak pelak berimbas langsung terhadap permintaan. Ho Pheng, terpaksa memangkas tenaga kerja di pabrik pembuatan berlokasi di Perbaungan hingga setengahnya.

“Pekerja pun terpaksa dikurangi hingga 50 persen dari 120 orang tinggal 60 saja sekarang,” jelas dia.

Untuk menyikapi lesunya pasar furnitur, Ho Peng menyiasatinya dengan inovasi produk baru sehingga harga jual bisa ditekan, tanpa mengurangi kualitas produk. Selain itu, Ho Peng juga mencoba pasar baru seperti Pekan Baru dan Sumatera Barat. Penetrasi pasar baru dianggap efektif mendongkrak kembali penjualan di tengah sepinya permintaan market lokal.

“Sejauh ini respon cukup baik. Permintaan ke Pekan Baru misalnya bisa mencapai 30 hingga 40 set per bulan,” imbuhnya.

Edy, pengusaha furnitur TMC di Jalan Sutrisno, Medan juga mengemukakan pendapat senada ketika ditanyakan kondisi penjualan pasca krisis berlangsung. Pengusaha furnitur berorientasi ekspor ini mengaku permintaan pasar luar negeri sedang lesu dari akhir tahun lalu bahkan melewati kuartal III tahun ini.

“Makanya, kita konsentrasi ke market dalam negeri saja dulu. Potensi pasar lokal masih besar. Makanya, beberapa outlet rencana kita buka,” jelas Edy.

Popularity: 1% [?]

**Selamat Datang di MedanTalk, Download Medan Talk BlackBerry Launcher. Juga Daftar Gratis untuk info Medan terbaru dan/atau gunakanRSS feed Silakan berikan komentar anda di posts**

Berita Cerita Berkaitan

You can leave a response, or trackback from your own site.
Triple Point

Silahkan Komentar & Berikan Opini Anda




medan video
subscribe email
Dapatkan Berita Terbaru, Bonus & Promo dari MedanTalk.com. Ayo Gabung!
:
:
seminar parenting
submit content