Fenomena perubahan alam di lautan semakin mengkhawatirkan kita akan ancaman perubahan iklim. Baru-baru ini ilmuan mengumumkan terjadinya penurunan kadar oksigen perairan asin Bumi, terutama di wilayah pesisir pantai Pasifik barat laut Amerika Serikat.
Menurut para ilmuwan, ini merupakan satu pertanda perubahan-perubahan mendasar terkait dengan perubahan iklim global. Mereka memperingatkan bahwa ekosistem bawah laut yang kompleke dan berkaitan dengan mata rantai makanan di lautan bisa terganggu.
Pada beberapa titik perairan di wilayah Washington dan Oregon, menunjukkan penurunan kadar oksigen yang telah menyebabkan tumpukan bangkai kepiting Dungeness di lantai samudra, menewaskan bintang laut berusia 25 tahun lumpuhnya koloni anemon laut dan terjadinya hamparan tikar bakteri yang berpotensi mengancam biota laut.
Wilayah hipoksia atau kondisi rendah oksigen memang sudah lama ada di perairan dalam samudra. Area ini terdapat di Pasifik, Atlantik, dan Samudra Hindia. Namun kini areanya semakin meluas dan menyebar.
Perluasan penipisan oksigen itu terjadi secara dramatis. Seperti di lepas pantai California Selatan, kadar oksigennya menurun sekitar 20% selama 25 tahun terakhir.
Studi sebelumnya telah menemukan bahwa lautan menjadi lebih asam karena mereka menyerap lebih banyak karbondioksida dan gas-gas rumah kaca lainnya.*
Popularity: 1% [?]
RSS Feeds
Twitter
Facebook
E-Mail










