PASAR bebek otomatik yang masih secuil tidak menyurutkan PT Yamaha Motor Kencana Indonesia menggenjot penjualan segmen ini. Setelah Januari lalu merilis Lexam, kemarin (20/2/2011) Yamaha kembali menggelar program promosi motor ini di berbagai daerah.
Paulus Firmanto, General Manager Promosi dan Motor Sport Yamaha Indonesia berharap kegiatan promosi bisa memacu penjualan Lexam hingga 1.000 unit per bulan. Tampaknya, harapan itu mudah tercapai. Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), sepanjang Januari lalu Yamaha Lexam sudah terjual 1.575 unit. “Ekspektasi kami tidak besar karena segmen ini berbeda dari skuter otomatik (skutik),” ungkap Paulus, Minggu (20/2/2011).
Penjualan ini masih jauh lebih kecil ketimbang penjualan skutik Yamaha yang Januari lalu terjual 140.649 unit. Harga jual yang lebih mahal menjadi salah satu penyebab penjualan bebek matik lebih kecil ketimbang motor skutik.
Sebagai perbandingan, harga Yamaha Mio sekitar Rp 13 juta. Harga Yamaha Lexam mencapai Rp 16 juta per unit on the road. “Harga bebek matik lebih mahal karena menyasar segmen pasar premium,” ujar Paulus.
Dia menjelaskan, motor ini memang ditujukan bagi konsumen pengguna mobil yang ingin berhemat. Dengan begitu, segmen bebek matik berusaha menangkap potensi pasar yang tercipta setelah pemerintah menaikkan harga Pertamax dan membatasi premium. Hal ini bisa dilihat dari spesifikasi Lexam yang mengadopsi teknologi mobil. Sebagai contoh, penggunaan rem Lexam mengadopsi hand brake pada mobil.
Mengincar Pasar Daerah
Demi menggenjot penjualan Lexam, Yamaha mulai turun ke berbagai daerah, antara lain Jakarta, Surabaya, Medan, Palembang, Makassar, dan Denpasar. Pemasaran Lexam juga menjadi bagian Yamaha Indonesia memperbesar penjualan skutik. Tahun lalu, skutik YMKI telah menyumbang 50% dari total penjualan Yamaha. Nah, tahun ini Yamaha berniat meningkatkan kontribusi skutik menjadi 52% dari total target penjualan yang sebesar 3,6 juta unit.
Pasar bebek matik yang menggiurkan pun membuat PT Astra Honda Motor meluncurkan Honda Revo A/T dengan teknologi full injection pertengahan 2010 silam. Honda membanderol Revo A/T seharga Rp 16,1 juta on the road. Berdasarkan data AISI, pada Januari lalu Honda Revo A/T hanya terjual 530 unit.
Tahun ini, Astra Honda menargetkan penjualan Revo A/T 1.500-1.800 unit per bulan. “Kami optimistis penjualan Revo A/T tumbuh 10%-15%,” kata Sigit Kumala, General Manager Senior Divisi Penjualan Astra Honda Motor.
Demi mencapai target ini, Honda akan gencar menggelar edukasi pasar dan menggelar kampanye hijau. Berbeda dengan segmen bebek dan skutik, menurut Sigit, bebek matik memiliki tarikan yang lebih baik. Selain itu, bebek matik juga lebih ramah lingkungan karena proses pembakaran bahan bakar tidak menggunakan karburator.(Sumber:Kontan)
Popularity: unranked [?]
RSS Feeds
Twitter
Facebook
E-Mail












