Satu arus dari Atlantik Utara yang mengalir menuju Samudra Arktik terdeteksi menjadi lebih hangat dibanding yang pernah terjadi dalam 2.000 tahun terakhir. Fenomena ini menunjukkan tanda bahwa pemanasan global akan menyebabkan perairan dingin di Kutub Utara akan terbebas dari lapisan es.
Para ilmuwan mengatakan, dalam studi terbaru, bahwa perairan di ujung utara Teluk Streaming, antara Greenland dan kepulauan Svalbard Norwegia, bersuhu rata-rata 6 derajat Celcius pada musim panas terakhir, lebih hangat dari pada puncak alami (hangat air laut tersebut) selama masa Romawi atau abad pertengahan.
Robert Spielhagen dari Academy Sains, Humaniora dan Sastra di Mainz, Jerman, kepada Reuters pada penelitian yang telah diterbitkan jurnal Science edisi Jumat, mengatakan “suhu sehangat itu belum pernah terjadi sebelumnya dalam 2.000 tahun terakhir ini”.
Temuan dalam studi terbaru ini menjadi pertanda baru bahwa aktivitas manusia telah memicu pemanasan di era modern yang melampaui kenaikan suhu normal dalam batas-batas alami. Kekhawatiran yang muncul adalah wilayah kutub akan terbebas dari es dan menjadi petaka bagi ekosistem lingkungan di wilayah beku Bumi itu yang berpengaruh secara global terhadap kehidupan di muka Bumi.
Es di Samudra Arktik telah menyusut ke rekor terendah pada tahun 2007. Kutub Utara memanas dua kali lebih cepat dari rata-rata global. Penyusutan es reflektif dan salju di wilayah perairan dan daratan Arktik yang terlihat berwarna lebih gelap dan menyerap lebih banyak panas matahari, akan memperkuat proses pemanasan.* (Reuters/Science/Yahoo/int)
Popularity: unranked [?]
RSS Feeds
Twitter
Facebook
E-Mail












