Petrokimia Gresik memastikan ketersediaan pupuk selama musim tanam di sentra produksi pertanian di Sumatera Utara berlangsung.
Demikian dijelaskan Supervisor PT Petrokimia Gresik Ki Hari Purnomo mengatakan, tak meratanya pelaksanaan pola musim tanam di tiap sentra produksi pertanian, akibat perubahan cuaca tak menentu dan petani sempat tak menunda order pupuk di kios.
“Sampai sekarang juga masih begitu. Petani umumnya masih punya ‘tabungan’ pupuk. Permintaan pupuk belum begitu banyak,” ucap Ki Hari, Senin (5/7) kemarin.
Dia menjamin tidak ada kendala dalam pengiriman pasokan dari dan ke sentra produksi. Begitu juga dengan posisi stok pupuk hingga lini tiga. Data Petrokimia mencatat, posisi stok pupuk per tanggal 5 Juli 2010 di tingkat gudang dan pengecer, ZA sebanyak 4.052 ton, SP36 12.511 ton, Phonska 17.057 ton, Petroganik 5.543 ton. Sedangkan realisasi ZA hingga periode sama, ZA 19.506 ton, SP 36 18.486 ton, Phonska 45.486 ton dan Petroganik 11.896 ton.
Selama periode Januari hingga awal Juni 2010 lalu, tingkat serapan pupuk diakuinya tidak maksimal akibat adanya perubahan musim. Seharusnya, awal Mei petani sudah bisa memulai proses tanam, karena saat ini musim penghujan datang.
Nyatanya, musim tanam dimulai pada pertengahan Juni dan bergerak hingga awal Juli. Ki Hari menuturkan, hal ini berdampak pada mundurnya jadwal tanam, hingga sebagian besar petani belum membutuhkan pupuk.
Saat ini, petani di Sergei masih ada yang baru mulai melakukan penanaman, sudah selesai bahkan tengah memanen tanamannya. Sedangkan di Tanah Karo, lanjut dia, sudah pada tahap persiapan musim tanam baru. Kondisi serupa juga terlihat di beberapa lokasi, kata dia.
“Jadi kalau ada yang ngeluh soal sulit dapatkan pupuk, langsung bilang sama saya. Akan langsung diorder, sebab stok kita melimpah. Tapi, syaratnya saat order harus sesuai prosedur, yakni melalui kelompok tani,” ujarnya.
Popularity: 1% [?]
RSS Feeds
Twitter
Facebook
E-Mail












