
Ketua Umum PB WI Master Supandi Kusuma bersama Ketua Umum KONI Sumut H Gus Irawan Pasaribu SE Ak MM melepas keberangkatan Tim Wushu “Merah Putih” menghadapi Kejuaraan Dunia yang akan berlangsung di Toronto, Kanada 23 hingga 29 Oktober 2009.
Indonesia pada Kejuaraan Wushu Dunia 2009, berkekuatan 16 atlet (10 taolu dan 6 sanshou). Dari keseluruhan atlet, enam di antaranya berasal dari Sumut. Sementara kontingen dipimpin Tim Manajer Ngatino yang juga Sekjen PB WI.
Pemberangkatan dari Padepokan Yayasan Kusuma Wushu Indonesia (YKWI) Jalan Plaju Medan, dihadiri 10 atlet taolu yang selama ini menjalani Pelatnas di Medan. Sementara sanshou Pelatnas Jakarta.
Master Supandi Kusuma pada acara yang juga dihadiri Ketua Bidang Organisasi PB WI Chairul Azmi Hutasuhut, Wakil Sekjen Iwan Kwok, Ketua Harian KONI Sumut John Lubis serta Wakil Bendahara Irwan Pulungan, meminta para atlet tampil maksimal untuk mempersembahkan yang terbaik bagi kontingen Merah Putih.
Diakui, tantangan para atlet di Kanada cukup berat. Selain menghadapi lawan tangguh, khususnya dari China dan Vietnam, Lindswell dan kawan-kawan harus lebih dulu menempuh perjalanan udara lebih 26 jam dan bertarung melawan dinginnya Kota Toronto yang menurut informasi bisa mencapai -2 derajat celcius.
Namun, tegasnya, selaku pewushu Indonesia, para atlet diingatkan tidak mudah menyerah. “Saya berharap atlet yang tampil di kejuaraan dunia mampu meraih sukses. Dengan harapan saat diterjunkan di SEA Games XXV di Laos, Desember mendatang mampu menyuguhkan medali emas bagi Indonesia,” tambah Master Supandi.
Ditegaskan, PB WI tetap dengan komitmennya berupaya memberi yang terbaik bagi bangsa dan negara dalam setiap event yang diikuti. Karenanya untuk melahirkan prestasi terbaik, pihaknya terus mempersiapkan atlet termasuk mengirim mengikuti event internasional termasuk Kejuaraan Dunia.
“Walau tempat Kejuaraan Dunia jauh di Toronto, namun demi Merah Putih, PB WI tetap mengirim kontingen dengan jumlah besar. Semoga prestasi yang didapat nantinya juga maksimal,” jelas Master Supandi.
Manfaatkan Kesempatan
Sementara itu Gus Irawan mengatakan, mimpi Indonesia berprestasi di Kejuaraan Dunia Wushu Junior sudah terbukti pada pelaksanaan di Bali Desember 2008 lalu. Dan kini, tambahnya, adalah kesempatan bagi pewushu senior mewujudkan mimpi serupa.
“Manfaatkan kesempatan emas ini. Saya bersama Master Supandi mungkin sudah tak bisa lagi mengajak orang menghadap Merah Putih dan mendengarkan Indonesia Raya. Tapi kalian bisa, dan di Toronto inilah saatnya,” kata Gus memotivasi.
Gus optimis, dengan program pembinaan yang diterapkan PB WI yakni tiada hari tanpa latihan, para pewushu Indonesia bisa meraih prestasi,” tegasnya.
Ia juga menilai wushu Indonesia saat ini kian diperhitungkan di pentas internasional.Ini semua tidak terlepas dari kemauan, perjuangan dan kerja keras luar biasa Master Supandi Kusuma dalam menakhodai PB WI.
Khusus kepada pewushu asal Sumut, Gus juga mengaku bangga. “Buktikan bahwa kalian memang pantas dan bisa berbuat untuk Indonesia,” ulangnya.
Kontingen Wushu Indonesia rencananya bertolak ke Toronto Rabu (21/10) via Bandara Polonia Medan. Para atlet taolu nantinya akan bergabung dengan atlet Sanshou saat transit di Bangkok.
Enambelas pewushu yang dipercaya membela Kontingen “Merah Putih” di Kejuaraan Dunia di Toronto, Taolu: Susyana Tjhan (DKI Jakarta), Ivana Ardelia IRmanto (D.I Yogyakarta), Yuliana Kurniawan (Jatim), Lindswell, Heriyanto, Freddy, Aldy Lukman, Charles Susanto (Sumut), David Hendrawan serta Erwein Wijayanto keduanya dari DKI Jakarta.
Sanshou:Moria Manalu, Jefry Topan Siambela (DKI), Hotma Dearma Purba (Sumut), Youne Victorio Senduk (Kaltim), Gunawan (Jatim), dan Zulfami Fitra (Jambi). (Sumber/ Foto: Analisa)
Popularity: 1% [?]
RSS Feeds
Twitter
Facebook
E-Mail













nida Says:
Semangat-semangat hidup tim Merah Putih, sukses ya..
Posted on October 20th, 2009 at 11:10 AM