Rupiah diperkirakan masih akan melemah pada perdagangan Rabu (11/8). Menurut pengamat perbankan, Kostaman Thayib, hal ini dikarenakan berbagai isu negatif masih menekan pergerakan mata uang Indonesia tersebut.
Seperti dieritakan sebelumnya, Rupiah pada Selasa terpuruk sebesar 31 poin menjadi Rp8.955-Rp8.960 per dolar dibanding penutupan hari sebelumnya Rp8.924-Rp8.934. Isu negatif masih menekan rupiah, apalagi pemerintah menginginkan rupiah berada pada level yang ideal mencapai Rp9.000 per dolar, katanya di Jakarta, Selasa.
Thayib mengatakan, pemerintah menginginkan rupiah berada dilevel Rp9.000 per dolar, agar semua sektor usaha dapat melakukan kegiatannya dengan seimbang. Karena selama rupiah berada dibawah level Rp9.000 per dolar, daya saing Indonesia di pasar ekspor dinilai kurang kompeititif, katanya.
Rupiah, lanjut dia masih terkoreksi sehingga mendekati angka Rp9.000 per dolar yang pada gilirannya akan sampai juga ke sana. Rupiah di level itu dinilai merupakan level yang paling aman dan masih cukup baik untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan, katanya.
Menurut dia, posisi rupiah yang berada dibawah Rp9.000 per dolar, mengakibatkan pendapatan negara dari ekpor mengalami defisit. “Kami optimis upaya pemerintah untuk menekan rupiah untuk menstabilkan pendapatan negara yang berkurang,” ucapnya.
Posisi rupiah di level Rp9.000 per dolar tidak mendorong pelaku asing mengindahkan investasinya di pasar luar, karena rupiah pada posisi itu dinilai masih cukup baik, tambahnya.
Popularity: 1% [?]
RSS Feeds
Twitter
Facebook
E-Mail












