Ratusan imigran yang tinggal di rumah penampungan, Jalan Bunga Cempaka, Medan, Sumatera Utara (Sumut), menggelar aksi unjukrasa, Kamis (22/3/2018). . Para imigran yang melarikan diri dari negaranya akibat konflik itu, mendesak UNHCR dan IOM segera memberangkatkan mereka ke negara ketiga. . Ratusan imigran penghuni rumah penampungan ini umumnya berasal dari Pakistan, Somalia, Myanmar dan Palestina. Mereka melarikan diri dari negaranya akibat perang yang berkepanjang. . Mereka tinggal di penampungan sudah hampir selama 5 tahun hingga 10 tahun, dan mereka berharap, UHNCR dan IOM mengirim mereka ke negara ketiga. . “Kami mohon dibantu agar segera dikirim ke negara ketiga. Khusunya dengan UNHCR dan IOM serta pemerintah Indonesia,” ujar imigran Pakistan, Jawitali, kepada wartawan di sela-sela aksi. . Para imigran yang menggelar aksi damai mengaku sudah tidak tahan lagi tinggal di penampungan. Malah tiga imigran yang tinggal di penampungan ini mengalami depresi dan meninggal dunia. . Aksi damai ini juga diikuti oleh keluarga serta anak-anak mereka yang membutuhkan pendidikan. “Kami sudah tidak tahan tinggal di penampungan ini. Sudah 3 orang penghuni stres dan meninggal dunia,” tambahnya. . Sementara petugas Imigrasi Medan telah melakukan mediasi untuk menjembatani tuntutan imigran dengan UNHCR dan IOM. Pasalnya Indonesia hanya tempat penampungan sementara. . “Mereka sudah cukup lama tinggal di penampungan ini, ada yang 7 tahun dan 10 tahun. Wewenangnya bukan di negara kita, kepastian mereka diberangkatkan ada di UNHCR sebagai badan tertinggi menetukan status tinggal di sini dan negara tujuan mereka,” kata Andi Brian, petugas Imigrasi Medan. (angga/jh siahaan) . Sumber : http://m.medansatu.com/berita/40656/nggak-tahan-di-indonesia-ratusan-imigran-asal-3-negara-unjuk-rasa-di-medan-minta/

Ratusan imigran yang tinggal di rumah penampungan, Jalan Bunga Cempaka, Medan, Sumatera Utara (Sumut), menggelar aksi unjukrasa, Kamis (22/3/2018).
.
Para imigran yang melarikan diri dari negaranya akibat konflik itu, mendesak UNHCR dan IOM segera memberangkatkan mereka ke negara ketiga.
.
Ratusan imigran penghuni rumah penampungan ini umumnya berasal dari Pakistan, Somalia, Myanmar dan Palestina. Mereka melarikan diri dari negaranya akibat perang yang berkepanjang.
.
Mereka tinggal di penampungan sudah hampir selama 5 tahun hingga 10 tahun, dan mereka berharap, UHNCR dan IOM mengirim mereka ke negara ketiga.
.
“Kami mohon dibantu agar segera dikirim ke negara ketiga. Khusunya dengan UNHCR dan IOM serta pemerintah Indonesia,” ujar imigran Pakistan, Jawitali, kepada wartawan di sela-sela aksi.
.
Para imigran yang menggelar aksi damai mengaku sudah tidak tahan lagi tinggal di penampungan. Malah tiga imigran yang tinggal di penampungan ini mengalami depresi dan meninggal dunia.
.
Aksi damai ini juga diikuti oleh keluarga serta anak-anak mereka yang membutuhkan pendidikan. “Kami sudah tidak tahan tinggal di penampungan ini. Sudah 3 orang penghuni stres dan meninggal dunia,” tambahnya.
.
Sementara petugas Imigrasi Medan telah melakukan mediasi untuk menjembatani tuntutan imigran dengan UNHCR dan IOM. Pasalnya Indonesia hanya tempat penampungan sementara.
.
“Mereka sudah cukup lama tinggal di penampungan ini, ada yang 7 tahun dan 10 tahun. Wewenangnya bukan di negara kita, kepastian mereka diberangkatkan ada di UNHCR sebagai badan tertinggi menetukan status tinggal di sini dan negara tujuan mereka,” kata Andi Brian, petugas Imigrasi Medan. (angga/jh siahaan)
.
Sumber : http://m.medansatu.com/berita/40656/nggak-tahan-di-indonesia-ratusan-imigran-asal-3-negara-unjuk-rasa-di-medan-minta/
.
#Medan #Berita #Imigran #Demo #MedanTalk

Berita Cerita Kota Medan

Video posted

Untuk informasi pasang iklan , cek sponsors dan informasi lowongan kerja cek KarirGram.com

Follow our social media: Instagram , Facebook & Twitter @medantalk for instant updates and please share our posts

Leave a Reply