10
February , 2012
Friday
jjgrosir
Pamera mobil
macanlink-web-600px
blackberry shop
kartu diskon
kost modern medan
macan delivery
<< >>
Posted by Baday| Medan Talk On April - 7 - 2010

jjgrosir

Tindakan yang disebut sebagai kebrutalan tentara AS di Irak menyebar di internet. Insiden yang direkam pada 12 Juli 2007 itu dengan jelas memapar penembakan terarah terhadap sekelompok orang dan sebuah mobil van yang berada di jalanan ibukota Irak.

Persatuan Wartawan Irak pada Selasa (6/4) meminta pemerintah Irak untuk menyelidiki pembunuhan nyata dari dua wartawan Reuters melalui helikopter Apache AS setelah posting di website itu mengklasifikasikan pelakunya sebagai militer Amerika berdasarkan rekaman video yang juga merekam suara sang penembak dn rekannya.

Insiden itu telah dilaporkan sebelumnya namun belum ada kejelasannya, dan tayangan video grafis itu menghidupkan kembali kemarahan atas pembunuhan warga sipil oleh AS dalam bagian kekerasan yang terjadi di Irak.

Situs Web Wikileaks.org Senin memosting gambar rekman video satu dari dua helikopter Apache yang terlibat dalam serangan di distrik Baghdad Baru di ibukota Irak.

Film hitam dan putih itu terlihat jelas, dan berlangsung dalam durasi 38 menit penuh, menunjukkan helikopter menangkap gambar sekitar belasan orang yang bergerak di jalan, beberapa di antaranya menurut pilot diyakini membawa senjata.

Setelah melaporkan pantauan itu mereka kemudian dinyatakan “free to engage” (yang dalam istilah militernya bebas untuk mengambil tindakan yang diperlukan untuk menyerang kelompok bersenjata) lantas helikopter yang berada jauh di langit itu melepaskan tembakan terarah yang tampak merubuhkan sebagian besar pria tersebut, kemudian juga menghancurkan van setelah muncul lebih banyak orang dan berusaha untuk mengevakuasi salah satu yang terluka.

Di antara mereka yang diyakini telah tewas dalam serangan itu adalah fotografer Reuters Namir Noor-Eldeen, 22, dan sopirnya Saeed Chmagh, 40.
Dua anak juga terluka. Penerbang heli mengatakan pada rekaman itu bahwa mereka percaya bahwa mereka menewaskan 12 hingga 15 orang secara total.

Seorang pejabat senior militer AS, yang tak ingindisebutkan namanya karena ia tak berwenang berbicara secara terbuka, menegaskan bahwa rekaman itu asli namun militer tidak bisa mengkonfirmasi identitas para karyawan Reuters dalam film ini.

Reuters sendiri pun tidak bisa memverifikasi rekaman video itu apakah yang tewas itu wartawan mereka atau bukan, meskipun salah satu orang yang tewas tampaknya memang menyandang kamera.

Dalam situasi perang di Irak, bantuan serangan helikopter dipanggil untuk membantu pasukan darat di daerah yang menghadapi serangan senjata ringan dan granat roket.

Dalam salinan redacted dari bagian penyelidikan sebelumnya ke dalam insiden Juli 2007, militer mengatakan tentara AS bertindak dengan tepat.
Wartawan Reuters mungkin “bercampur di antara kerumuman pemberontak” dan sulit untuk membedakan senjata dan kamera dari jarak jauh.

Menurut penelitian organisasi wartawan itu, setidaknya 16 wartawan telah dibunuh oleh pasukan AS di Irak sejak invasi pimpinan Amerika pada Maret 2003. Meskipun organisasi itu tidak bisa menemukan bukti bahwa wartawan sengaja ditembak atau tidak!*

Popularity: 1% [?]

Berita Cerita Berkaitan

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Silakan Berikan Komentar




Copyright by: MedanTalk.com | SiteMap | Twitter | Facebook | Contact | Supported by: MedanKu | Macan Group | All rights reserved Worldwide.