Resensi: WORLD WAR Z

Resensi: WORLD WAR Z

review-world-war-z-selamatkan-dunia-dar-b31256GERRY LANE (Brad Pitt) tak menyangka bahwa di pagi yang cerah itu bumi sudah tidak aman lagi. Pandemi zombi mengubah manusia-manusia menjadi makhluk beringas dan berbahaya dalam hitungan detik.

Saat berusaha menyelamatkan keluarga kecilnya dari serangan zombi di jalanan Philadelphia, Gerry menerima telepon yang menyatakan bila Presiden Amerika telah tewas dan wakilnya menghilang. Mengingat keahlian Gerry sebagai mantan penyidik terbaik, pihak PBB memintanya untuk mengusut asal muasal virus sebelum seluruh bumi dikuasai oleh zombi.

WORLD WAR Z adalah besutan terbaru Marc Foster yang sebelumnya kita kenal lewat film-film seperti QUANTUM OF SOLACE, FINDING NEVERLAND, STRANGER THAN FICTION dan banyak lainnya. Diadaptasi dari novel laris karya Max Brooks berjudul sama yang sebelumnya menulis The Zombie Survival Guide.

Film dibuka dengan sangat intens sejak menit awal. Semakin masuk ke dalam cerita, penonton tak pernah dibiarkan untuk bernapas dengan normal. Ketegangan dibangun tanpa henti dengan ritme yang terjaga. Terlebih akting prima Brad Pitt sebagai lakon utama yang mampu memberikan daya pikat tersendiri. Sosoknya tampak believable sebagai seorang kepala keluarga sekaligus relawan dalam menemukan penyebab wabah zombi.

As we know, dalam perjalanannya film ini mengalami berbagai perombakan naskah. Bahkan sempat dilakukan pengambilan gambar ulang. Namun setelah melihat hasil akhirnya, WORLD WAR Z berhasil tampil memuaskan.

Mengingat rating yang diberikan PG13 guna mengeruk untung lebih banyak, bisa dimaklumi bila Marc Foster membuat zombie apocalypse satu ini berdiri di zona aman. Hampir tak ada darah atau adegan brutal layaknya fitur kebanyakan.

Tapi jangan kecewa bagi para pecinta film sejenis ini, karena dosis yang diberikan sanggup membuatmu melupakan kekurangan tersebut.

WORLD WAR Z menjadi treatment unik untuk summer blockbuster tahun ini: thriller dengan ketegangan tanpa henti yang akan membuatmu berteriak ketakutan. (kapanlagi)

0
Like
Save

Comments

Silakan Berbagi / Komentar

%d bloggers like this: