Hujan deras yang melanda Kota Medan seharian ditambah hujan dari hulu sungai menyebabkan warga yang tinggal di bantaran daerah aliran sungai (DAS) harus mengungsi. Pasalnya, air di aliran sungai tersebut meluap, di Sungai Deli ketinggian mencapai dua meter, Kamis (15/1).
Selain banjir di bantaran sungai, sejumlah ruas jalan juga tergenang karena air tidak dapat mengalir ke parit. Di Gaperta Helvetia, ratusan siswa Yayasan Eka Prasetya harus melintasi air banjir dengan menenteng sepatu agar tidak basah.
Pantauan Analisa di lapangan hujan yang melanda Kota Medan Kamis dinihari hingga siang menyebabkan sejumlah daerah tergenang. Selain di bantaran sungai, jalan-jalan di Kota Medan juga tergenang seperti di Jalan Denai, Jalan Kapten Muslim, Jalan Gaperta, Jalan Veteran Helvetia dan sejumlah daerah lain.
Menurut informasi, Sungai Deli baru mulai meluap perlahan sedikit demi sedikit Kamis (15/1) sekira pukul 05.00 WIB. Tapi, puncak banjir tersebut pada terjadi sekira pukul 15.00 WIB hingga tadi malam.
Akibatnya, ribuan warga yang terkena banjir terparah seperti di Kelurahan Aur, Kelurahan Sei Mati, Kelurahan Kampung Baru, Kelurahan Hamdan Kecamatan Medan Maimoon, dan sejumlah warga Kelurahan Jati mengungsi untuk menghindari banjir. Mereka mengungsi dengan alat evakuasi seadanya.
Tidak Disangka
Doni warga Lingkungan IV, Kelurahan Aur Medan mengatakan banjir kali ini datangnya tidak disangka warga, sebab sekira pukul 10.00 WIB sungai Deli hanya meluap dengan ketinggi 30 cm. Namun sekira pukul 13.00 WIB air tiba-tiba naik dengan cepat akibatnya ratusan warga yang sedang beraktivitas terpaksa mengemas barang dagangannya kembali untuk diungsikan.
“Di sini terdapat 300 Kepala Keluarga yang rumahnya terendam air Sunga Deli yang meluap. Sedangkan ketinggian air mencapai dua meter, itu terlihat dari meteran air yang dibuat masyarakat setempat dan diperkirakan akan terus banjir kali ini naik,” katanya.
Badirah warga Gang Merdeka Kelurahan Sei Mati Kecamatan Medan Maimun menambahkan banjir sudah mencapai ketinggian 1-2 meter. “Ratusan warga tidak panik karena sudah terbiasa dengan banjir yang menerjang mereka,” katanya.
Menurut warga, banjir kali ini yang kedua selama Januari 2009, dan terbesar kedua setelah pada 4 Januari lalu air mencapai tiga meter lebih, yang merendam 1.500 rumah di pinggiran Sungai Deli. (Analisa)
Popularity: 1% [?]
RSS Feeds
Twitter
Facebook
E-Mail












