Roemah Kopi Wak Noer

Roemah Kopi Wak Noer

SUDAH pernah dengar Roemah Kopi Wak Noer (RKWN)? Kafe yang berada persis di sebelah restoran Italia, Trattoria, di Jalan Uskup Agung no. 15 ini baru dibuka belum lebih dari dua bulan.

Meski begitu, RKWN ini sudah mendapat kredit positif dari banyak pihak. Di antaranya, seorang chef White House di Amerika, review positif dari Toni Wahid, coffee blogger kondang Indonesia, serta beberapa foto yang tampak menghiasi dinding interior RKWN seperti izin dan sertifikasi.
Saat berkunjung ke kafe yang bergaya unik ini, tim dari makanmana.net disambut oleh Jeannette dan Pheny Stephen, director of international division dari PT Indodairy Continental yang telah berhasil memasarkan produk kopi Wak Noer ke luar negeri.

Beberapa saat kemudian, Syphon Hario yang telah diisi bubuk kopi luwak serta French Press yang telah berisi house blend kopi Wak Noer hadir di meja makanmana.net.

Pheny sebagai host kemudian memulai proses cupping agar kita tahu dan mengerti perbedaan rasa antara kopi arabica dengan kopi luwak. Dijelaskan, baik kopi house blend dan kopi luwak dapat dinikmati seketika dituangkan ke cangkir, namun akan lebih nikmat apabila menunggu sampai suhunya sedikit turun.

Kami awali mencicipi kopi house blend, aroma arabica yang wangi dan rasa yang sedikit pahit memberikan sensasi yang beda dengan kopi yang biasanya ditemukan di kopitiam. Selanjutnya kami mencicipi kopi luwak, sekilas dari warna keliatan mirip, tetapi ada sedikit perbedaan selesai tegukan pertama; kopi luwak terasa sedikit asam and fruity sehingga rasa pahitnya tidak begitu kental, dan bener-bener harum. Ketika kami mencoba kembali house blend, it becomes tasteless. Rupanya inilah salah satu alasan kecil kenapa kopi luwak begitu unik dan tidak murah dibandingkan kopi lainnya.

Selesai cupping, kami mencoba beberapa variasi minuman yang ditawarkan oleh RKWN, seperti hazelnut latte, dan seperti biasa the ladies will go with ice blended coffee, walau a little too sweet for our taste.

Tak terasa waktu berjalan cepat, tetapi suasana di dalam ‘garasi’ yang telah diubah ala design kolonial membuat kami betah. Tak berapa lama kemudian Santo, manager RKWN menghampiri, dan kami pun saling bertukar pikiran dengan obrolan ringan. Di sela percakapan yang kadang membuat haus, Santo merekomendasikan Mango Frizz. This one tasted good! Kami juga ditawarkan flavored beer yang mereka klaim pertama hadir di Medan.

Selain kopi, RKWN juga menawarkan berbagai camilan dan utamanya Wagyu Steak. Kami diberitahu bahwa RKWN menyediakan grade 5, grade 7, dan grade 9 (made to order). Sayang sekali kami tidak sempat mencobanya karena kenyang malam itu, but hey.. We will definitely come back again. Oia, RKWN juga bekerja sama dengan Trattoria, sehingga pengunjung juga dapat memesan menu makanan yang bisa diantar ke RKWN.

0
Like
Save

Comments

Silakan Berbagi / Komentar

%d bloggers like this: