Ramadhan, seorang warga di Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara, memang kreatif. Di sela kesibukannya sebagai guru, ia berkreasi membuat miniatur rumah adat Karo dari bahan sisa olahan limbah pabrik, seperti potongan bambu, sabut kelapa, potongan kertas karton, dan triplek bekas potongan sisa pabrik. Kerajinan ini menembus pasar Singapura, Belanda, dan Jepang!
Pembuatan miniatur rumah ini dilakukan secara sederhana tanpa memakai paku maupun besi. Ramadhan mengerjakannya usai mengajar sesuai pesanan konsumen dibantu istrinya. Kerajinan ini dijualnya seharga Rp 15.000 hingga Rp 150.000 rupiah per unitnya, tergantung ukuran.
Selain memasarkan produknya ke sejumlah daerah di Indonesia, seperti Aceh, Padang, Jakarta, dan Bali, guru di salah satu Madrasah Tsanawiyah di Kabanjahe ini juga memasarkan hasil karyanya ke Singapura, Belanda, dan Jepang.
Sayangnya usaha kreatif Ramadhan ini susah dikembangkan karena kekurangan modal. Dia sebelumnya telah mencoba mengusulkan kredit UKM ke pemerintah, tapi hingga kini belum mendapat respon. (Sumber: liputan6/ Foto: ilustrasi/int)
Popularity: 2% [?]
RSS Feeds
Twitter
Facebook
E-Mail











Mohamad Hasan Basri Says:
==========================
miniatur kebudayaan rumah adat Indonesia.
http://bit.ly/d3Bqrt
+6281321259679 / +622260995176
http://www.facebook.com/moharis
==========================
Posted on July 18th, 2010 at 7:59 PM
Mohamad Hasan Basri Says:
sangat disayangkan, ternyata pekerja seni dipemerintah ini tidak diperdulikan..aku doa in untuk bpk guru kita semoga ada jalan lain dinegeri org dengan terjualnya seni anda.
Posted on July 18th, 2010 at 8:01 PM