Sidang paripurna laporan akhir Pansus Bank Century DPR RI yang berakhir ricuh ternyata mengimbas pada melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Hingga Selasa (2/3) kemarin, rupiah turun berkisar 48-50 poin. Tak hanya itu, IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) juga melemah.
Sore tadi, saat penutupan IHSG turun sekitar 0,3%. Bahkan, siang tadi sempat anjlok hingga 0,6%.
Informasi yang diberikan money changer Artha Prima Valutindo, rupiah ditutup masing-masing pada level Rp 9.325, padahal di awal pembukaan kemarin, rupiah sekitar Rp 9.230. Perusahaan money changer lainnya di Kota Medan juga menyebutkan melemahnya nilai rupiah dipicu oleh ricuhnya rapat paripurna pansus Bank Century.
Memang, pagi tadi rupiah sedikit menguat sebelum pemandangan laporan fraksi-fraksi DPR RI siang tadi.
Namun, melemahnya nilai tukar rupiah ini diperkirakan tidak akan berlangsung lama. Pengamat ekonomi Sumut, Jhon Tafbu Ritonga, memandang, melemahnya rupiah disebabkan persoalan politik yang memanas. Tapi, Dekan FE-USU ini yakin nilai rupiah akan menguat kembali bila kondisi politik itu kembali kondusif. “Ini sifatnya temporer saja,” kata Jhon.
PT Danareksa Cabang Medan, saat dikonfirmasi, mengatakan, melemahnya rupiah diikuti dengan anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 0,3%. “Terutama untuk saham perusahaan unggulan ada penurunan sampai penutupan tadi sore sebesar 0,3 persen. Bahkan tadi siang, saat laporan pemandangan fraksi-fraksi harga saham sempat anjlok 0,6%,” kata Asisten Manager PT. Danareksa Cabang Medan, Gunawan Bonjamin.
Popularity: 1% [?]
RSS Feeds
Twitter
Facebook
E-Mail










