Salah satu yang penyebab penculikan anak kian marak di kota-kota besar karena penjualan organ tubuh mahal. Informasi dirangkum koran ini, harga organ tubuh manusia mencapai lebih dari Rp 5 miliar di pasar gelap. Paling mahal organ tubuh ginjal, hati, dan jantung (lihat grafis). . “Karena mahalnya organ-orang tubuh manusia ini sehingga pelaku tidak segan-segan mengambil resiko besar. Bahkan ada juga orang yang ingin menjual secara sukarela ginjalnya untuk uang. Pernahkan heboh kan ada ayah ingin menjual ginjalnya untuk biaya kuliah anaknya. Ini karena manusia masih bisa hidup dengan satu ginjal,” ujar sumber yang meminta namanya disimpan, kemarin. Terpisah, pengamat hukum Maximus Watung menilai, anak paling banyak dijadikan objek penculikan karena umumnya masih polos. “Anak-anak polos dan mudah percaya dengan orang asing jika tidak dididik orangtua. Anak mudah dirayu dengan iming-iming permen, kue, bahkan uang. Anak juga belum bisa membedakan orang yang berniat jahat dan tidak. Apalagi umumnya pelaku penculikan bersikap manis untuk merayu anak-anak,” ujarnya. Lanjutnya, secara fisik anak juga lemah. Itu juga salah satu alasan sering dijadikan sasaran penculikan. “Karena pelaku tidak mau mengambil resiko jika menculik orang dewasa. Tapi kalau anak lemah dan masih kecil, sehingga gampang diredam jika ada perlawanan,” katanya. Menurutnya, orangtua harus menjadi benteng paling pertama untuk melindung anak-anak. “Saya rasa jika orangtua mengawasi anak-anak dengan benar maka penculikan itu tidak akan terjadi. Sebab suatu tindak kejahatan bisa terjadi karena ada peluang,” jelasnya. Selain di lingkungan rumah dan tempat beriman anak, sekolah juga sering menjadi incaran pelaku penculikan. Terkait hal ini, Kepala Dinas Pendidikan Sulut Asiano Kawatu mengimbau kepala sekolah dan guru untuk perketat pengawasan terhadap siswa. . “Fenomena itu memang tak dapat dipungkiri. Dari tahun ke tahun tetap ada. Karena itu kita perlu terus waspada. Saya sudah WA (WhatsApp) ke kepsek-kepsek untuk semakin intensif mengawasi para siswa, termasuk lingkungan sekitar sekolah,” ungkapnya. Sumber : http://manadopostonline.com/m/berita/21424/Di-Pasar-Gelap-Satu-Anak-5-Miliar

Salah satu yang penyebab penculikan anak kian marak di kota-kota besar karena penjualan organ tubuh mahal. Informasi dirangkum koran ini, harga organ tubuh manusia mencapai lebih dari Rp 5 miliar di pasar gelap. Paling mahal organ tubuh ginjal, hati, dan jantung (lihat grafis).
.
“Karena mahalnya organ-orang tubuh manusia ini sehingga pelaku tidak segan-segan mengambil resiko besar. Bahkan ada juga orang yang ingin menjual secara sukarela ginjalnya untuk uang. Pernahkan heboh kan ada ayah ingin menjual ginjalnya untuk biaya kuliah anaknya. Ini karena manusia masih bisa hidup dengan satu ginjal,” ujar sumber yang meminta namanya disimpan, kemarin.

Terpisah, pengamat hukum Maximus Watung menilai, anak paling banyak dijadikan objek penculikan karena umumnya masih polos. “Anak-anak polos dan mudah percaya dengan orang asing jika tidak dididik orangtua. Anak mudah dirayu dengan iming-iming permen, kue, bahkan uang. Anak juga belum bisa membedakan orang yang berniat jahat dan tidak. Apalagi umumnya pelaku penculikan bersikap manis untuk merayu anak-anak,” ujarnya.

Lanjutnya, secara fisik anak juga lemah. Itu juga salah satu alasan sering dijadikan sasaran penculikan. “Karena pelaku tidak mau mengambil resiko jika menculik orang dewasa. Tapi kalau anak lemah dan masih kecil, sehingga gampang diredam jika ada perlawanan,” katanya.

Menurutnya, orangtua harus menjadi benteng paling pertama untuk melindung anak-anak. “Saya rasa jika orangtua mengawasi anak-anak dengan benar maka penculikan itu tidak akan terjadi. Sebab suatu tindak kejahatan bisa terjadi karena ada peluang,” jelasnya.

Selain di lingkungan rumah dan tempat beriman anak, sekolah juga sering menjadi incaran pelaku penculikan. Terkait hal ini, Kepala Dinas Pendidikan Sulut Asiano Kawatu mengimbau kepala sekolah dan guru untuk perketat pengawasan terhadap siswa.
.
“Fenomena itu memang tak dapat dipungkiri. Dari tahun ke tahun tetap ada. Karena itu kita perlu terus waspada. Saya sudah WA (WhatsApp) ke kepsek-kepsek untuk semakin intensif mengawasi para siswa, termasuk lingkungan sekitar sekolah,” ungkapnya.

Sumber :
http://manadopostonline.com/m/berita/21424/Di-Pasar-Gelap-Satu-Anak-5-Miliar

#Medan #Berita

MedanTalk: Talk of the Town, Berita Cerita Kota Medan selalu di Medan Talk

[if-embed-video]

Video posted

[/if-embed-video]

Kunjungi web kami www.MedanTalk.com untuk Baca Berita Medan , Lihat Lowongan Kerja Medan , Kuliner , Event Medan dan cara pasang iklan

Nonton video Medan di web kami atau subscribe YouTube Channel MedanTalk http://www.medantalk.com/youtube

Silakan share post ini dan jangan lupa Follow social media kami: Instagram , Facebook , LINE , Twitter @MedanTalk untuk update di sosmed mu

Leave a Reply