4
February , 2012
Saturday
Pamera mobil
macanlink-web-600px
blackberry shop
kartu diskon
kost modern medan
macan delivery
<< >>

Santap Seafood? Lihat Dulu Panduannya…

Posted by Baday| Medan Talk On February - 26 - 2010

Kabar baik bagi ekosistem laut. Satu panduan penyediaan ikan berkelanjutan di Asia Pasifik kini diarahkan pada pasar kuliner seafood di Singapura. Ini memungkinkan para penyantap seafood tetap bisa menikmati makanan kesukaannya tanpa mengganggu ekosistem laut.

Demi penyelamatan lingkungan, WWF (World Wild Fund) telah mengeluarkan panduan kedua itu untuk Singapura, sementara panduan pertam sudah diperkenalkan di Hong Kong beberapa tahun lalu.

Singapore menjadi satu wilayah dengan konsumen seafood yang terbesar di Asia Pasifik. Rata-rata setahun, 100.000 ton ikan laut habis disantap di Singapura. Inilah alasan WWF memperkenalkan program Singapore Seafood Guide (Panduan Santapan Laut Singapura) pada Kamis (25/2).

Menurut managing director WWF Singapura, Amy Ho, dengan menggunakan panduan ini, konsumen dan perusahaan bisa mendapatan informasi mengenai pilihan santapan seafood. Artinya lewat panduan ini calon pembeli ikan laut atau sebelum memesan santapan seafood, mereka bisa memilih dan menentukan spesies atau jenis seafood mana yang bisa bebas disantap dan mana yang hanya boleh sesekali saja.

Dalam panduan itu diterapkan sistem penanda sederhana. Warna hijau untuk pilihan santapan harian yang direkomendasikan, kuning untuk jenis yang disantap untuk perayaan tertentu, dan merah sebaiknya tidak disantap.

Singapura memang menjadi satu sentra pasar seafood walau hamir seluruh ikan tersebut adalah import. Menurut WWF pasokan seafood untuk pasar Singapura sebagian besar berasal dari tangkapan di wilayah ekosistem laut unik namun rentan kerusakan di dekat perairan Singapura yang dikenal sebagai The Coral Triangle (Segitiga Koral).

The Coral Triangle mengalami nacaman serius akibat penangkapan ikan besar-besaran dan melebihi kemampuan regenerasi ikan di kawasan itu. Di masa lalu banyak orang yang tak mengkhawatirkan apa jenis ikan dan dari mana ikan itu diperoleh, akibatnya terjadi penagkapan serampangan dan besar-besaran yang menyebabkan kerusakan serius pada ekosistem laut. Untuk Singapura, sebagian besar seafood yang dipasarkan berasal dari area yang mengalami overfishing selama bertahun-tahun. Sehingga spesies ikan akan menurun dan populasinya semakin langka.

Jika Anda tertarik untuk menyelamatkan kehidupan laut, silakan download The Singapore seafood Guide secara gratis dari website WWF Singapura http://www.wwf.sg, dan akan didistribusikan secara meluas di Singapura.

The Coral Triangle, merupakan area pengembangbiakan bagi ikan-ikan laut. Ia merupakan area laut yang paling kaya ragam jenisnya  di planet ini, dan menjadi rumah tetap bagi lebih dari 3.000 spesies ikan karang dan spesies komersil semacam tuna, dan termasuk juga 500 spesies koral pembangun karang.

Area ini meliputi lautan seluas 6 juta km persegi yang melintasu samudra di enam negara: Indonesia, Malaysia, Papua New Guinea, filipina, Kepulauan Solomon, dan Timor Leste, dan menjadi gantungan hidup bagi 120 juta nelayan tradisional.* (WWF/YN)

Popularity: 1% [?]

Berita Cerita Berkaitan

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Silakan Berikan Komentar




Copyright by: MedanTalk.com | SiteMap | Twitter | Facebook | Contact | Supported by: MedanKu | Macan Group | All rights reserved Worldwide.