Satma AMPI Minta Walikota Medan Tutup Tempat Hiburan Menyalah

Satma AMPI Minta Walikota Medan Tutup Tempat Hiburan Menyalah

MEDAN – Walikota Medan Rahudman Harahap diminta bersikap tegas pada tempat hiburan malam yang melebihi waktu operasional sesuai Peraturan Daerah (Perda).

Permintaan itu disampaikan puluhan massa dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Satuan Mahasiswa (Satma) Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Sumatera Utara (Sumut) yang melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung Dewan Perwakian Rakyat Daerah (DPRD) Medan, Rabu (7/3/2012).

Koordinator Aksi yang juga Wakil Ketua Bidang Seni Budaya dan Pariwisata Fikri Kurniawan Selian dan Koordinator Lapangan yang juga Wakil Ketua Bidang Hankam DPD Satma AMPI Sumut Lanjo Leonard Josef Sihombing dalam pernyataan sikapnya meminta Dinas Pariwisata mencabut izin tempat hiburan malam seperti itu, karena dianggap merusak moral generasi muda.

Selain itu, Dinas Pariwisata Kota Medan diminta lebih tegas menindak tempat hiburan malam dan hotel yang bermasalah. Mereka juga meminta pihak kepolisian secara rutin menggelar razia ke lokasi hiburan malam untuk menghempang peredaran narkoba dan perdagangan manusia menjadi pekerja seks komersial (PSK).

Mahasiswa juga meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan Fatwa Haram bagi tempat hiburan malam dan hotel yang memiliki panti pijat, karena telah merusak nilai dan norma agama.

Kepada Ketua Komisi C Jumadi SPdI dan anggota Komisi C DPRD Medan, Herri Zulkarnaen, pengunjukrasa mengatakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Medan harus bertanggungjawab atas tempat hiburan malam dan penginapan yang diduga dijadikan sebagai tempat transaksi narkoba serta seks.

Adapun tempat hiburan malam yang dituding melanggar peraturan antara lain Tobasa Club, Entrance, Station, serta Istana Hotel.

Jumadi menampung masukan dan informasi yang diberikan para mahasiswa dan berjanji akan melanjutkannya ke Disbupar Kota Medan. “Kalau ada tempat hiburan malam melanggar perarutan diberi tindakan tegas, kalau perlu tutup,” kata Herri Zulkarnaen.

0
Like
Save

Comments

Leo Saragih says:

Alahhhh…. Munafik smua yg suruh tutup tempat2 hiburan ini. Bgmn dgn klub XXX3, Prime Bar, The View, Heaven Hell, & seluruhny yg ada di Nibung Raya? & msh byk lain. Isu narkoba & seks mnrt saya bkn alasan utama. Cobalah semua pihak intropeksi diri sendiri akan kelakuan sendiri.

Silakan Berbagi / Komentar

%d bloggers like this: