Sebanyak 76 warga negara asing (WNA) ditangkap di Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut), terkait kejahatan cyber crime yang mereka lakukan. Penangkapan ini dilakukan Polda Sumut yang berkoordinasi dengan kepolisian Taiwan. Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut Kombes Toga Panjaitan mengatakan penangkapan dilakukan pada Senin (15/5). WNA yang ditangkap itu berasal dari Taiwan dan China. “Mereka merupakan sindikat Taiwan dan China yang melakukan kejahatan cyber crime,” kata Kombes Toga, Selasa (16/5/2017). . Ia memerinci, warga negara Taiwan yang diamankan sebanyak 24 orang, yang terdiri atas 20 pria dan 4 wanita. Sedangkan warga negara China yang diamankan 29 pria dan 23 wanita. . “Modusnya, mereka seolah-olah petugas polisi dan jaksa dan menakut-nakuti pejabat disana. Kalau nggak ada imbalan, masalah mereka diadukan,” ujar Toga. Setelah berhasil menakuti, para pelaku kemudian memeras korbannya. Dalam pemeriksaan, mereka diketahui sudah berada di Tanjung Morawa sekitar satu bulan. . “Mereka bisa dapat USD 1 juta. Target mereka ini pejabat-pejabat di sana. Tempatnya saja yang di sini,” katanya. Dari penindakan ini, polisi mengamankan 4 laptop, 2 monitor komputer, sejumlah telepon seluler, puluhan HT, dan satu kamera CCTV. . “Jadi ini kerja sama polisi Taiwan dengan kita. WNA masih dimintai keterangan. Penyidikan di polisi Taiwan,” tutup Toga. Sumber : detik

Sebanyak 76 warga negara asing (WNA) ditangkap di Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut), terkait kejahatan cyber crime yang mereka lakukan. Penangkapan ini dilakukan Polda Sumut yang berkoordinasi dengan kepolisian Taiwan.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut Kombes Toga Panjaitan mengatakan penangkapan dilakukan pada Senin (15/5). WNA yang ditangkap itu berasal dari Taiwan dan China. “Mereka merupakan sindikat Taiwan dan China yang melakukan kejahatan cyber crime,” kata Kombes Toga, Selasa (16/5/2017).
.
Ia memerinci, warga negara Taiwan yang diamankan sebanyak 24 orang, yang terdiri atas 20 pria dan 4 wanita. Sedangkan warga negara China yang diamankan 29 pria dan 23 wanita.
.
“Modusnya, mereka seolah-olah petugas polisi dan jaksa dan menakut-nakuti pejabat disana. Kalau nggak ada imbalan, masalah mereka diadukan,” ujar Toga.

Setelah berhasil menakuti, para pelaku kemudian memeras korbannya. Dalam pemeriksaan, mereka diketahui sudah berada di Tanjung Morawa sekitar satu bulan.
.
“Mereka bisa dapat USD 1 juta. Target mereka ini pejabat-pejabat di sana. Tempatnya saja yang di sini,” katanya.

Dari penindakan ini, polisi mengamankan 4 laptop, 2 monitor komputer, sejumlah telepon seluler, puluhan HT, dan satu kamera CCTV.
.
“Jadi ini kerja sama polisi Taiwan dengan kita. WNA masih dimintai keterangan. Penyidikan di polisi Taiwan,” tutup Toga.

Sumber : detik
#Berita #Medan #cyber #wna #MedanTalk

[if-embed-video]

Video posted

[/if-embed-video]

Follow MedanTalk diInstagram @medantalk ⇒

Browse info Lowongan Kerja Medan dan cara sponsor/ pasang iklan di web www.MedanTalk.com

Leave a Reply