Sejarah hari ini . SETENGAH JUTA NYAWA ORANG INDONESIA MELAYANG DI TAHUN 1966 – 1967 PKI semakin terpojok pasca peran Soeharto dalam pemerintahan semakin bersinar. G30S semakin lekat namanya dengan PKI, sehingga apapun yang berbau komunis pada saat itu, pasti langsung lenyap tak bersisa. Kebencian ini bermuara pada sebuah pembantaian, yang merenggut ratusan ribu nyawa manusia secara kejam. Semuanya berawal dari pecahnya G30S. Kala itu, Soeharto langsung menuduh PKI sebagai dalang di balik G30S, berkat kedekatan partai pimpinan D.N Aidit tersebut dengan Kolonel Untung — Dewan Revolusi. Tidak butuh waktu lama, semua orang di pemerintahan yang berkaitan dengan PKI saat itu juga langsung dicopot dari jabatannya. Militer pun kala itu, yang mengatasi media massa Tanah Air mulai melakukan propaganda guna menyulut kebencian masyarakat terhadap PKI. Ya, dan kita semua tahu akhirnya. Kebencian dan kemarahan masyarakat terhadap Partai Komunis Indonesia tidak terbendung lagi. Awal tahun 1966, Angkatan Darat pun mulai melakukan aksinya ‘membersihkan’ Jakarta dari para orang komunis, yang kemudian meluas ke Jawa Tengah, Jawa Timur, sampai Bali. Keadaan semakin parah ketika masyarakat turut serta bergotong royong dan bahu membahu, membunuh dan menyiksa siapapun yang dicap komunis. Mereka menangkap, menyiksa, dan membunuh tanpa kenal lelah. Pembantaian baru mereda di awal 1967 menjelang pelantikkan Soeharto sebagai Pejabat Presiden. Sejarah mencatat — meski sejarah ini tidak tertulis di buku sejarah kalian — jumlah korban tewas akibat pembantaian ini mencapai setengah juta jiwa, dengan hampir 2 juta orang ditangkap dan dihukum tanpa adanya pengadilan

Instagram filter used: Normal

View in Instagram ⇒

Leave a Reply