Sejumlah Tarif akan Dinegosiasi Ulang
16/01/2010 in Business
Baru dua pekan perdagangan bebas (Free Trade Agreement) dengan Cina diberlakukan, Pemerintah yang semula optimistis industri dalam negeri dapat bersaing dengan Negeri Tirai Bambu, kini mulai ketar-ketir. Sebuah draf untuk negosiasi ulangpun disiapkan. Tapi, belum ada kejelasaan soal rencana tersebut.
Menurut Menteri Perindustrian M.S Hidayat, negosiasi ulang ini merupakan salah satu cara pemerintah menyelamatkan industri lokal yang mulai merasakan dampak negatif persaingan bebas dengan Cina. Rencananya, ada 228 pos tarif yang akan direnegosiasi. “Setelah menghitung lagi, biaya produksi kita lebih tinggi dari negara lain,” kata Hidayat.
Hidayat menyayangkan pemerintah tak melakukan perbandingan antara produk lokal dan Cina sebelum perjanjian perdagangan bebas ditandatangani pada 2004 lalu. Seperti diketahui, Cina merupakan negara terbesar pemasok impor untuk Indonesia, mencapai US$ 5,9 miliar untuk impor nonmigas dengan pangsa pasar 17,36 persen selama semester satu 2009. Selain tekstil, besi baja juga menjadi fokus pemerintah untuk bersaing dengan Cina.(Sumber: Liputan6)
Popularity: 1% [?]












