Perayaan Idul Adha di Medan ternodai oleh aksi kekerasan yang dilakukan sekelompok orang di Jalan Brigjen Katamso Medan, Jumat sore. Tak ayal, kaca pintu dan jendela ruangan bangunan sekolah Global Prima yang baru dibangun pecah terkena lemparan batu dan kayu.
Warga yang mengamuk itu mengatakan sekolah tersebut menutup drainase mereka. Akibatnya saban hujan turun, rumah mereka pasti kebanjiran. “Sudah dua tahun kami tahankan, hujan sedikit saja langsung banjir. Kami sudah protes tapi mereka tetap menutup parit,” ujar seorang warga.
Pengakuan warga, sudah seringkali protes mereka sampaikan. Namun, pihak sekolah tidak peduli. Akibatnya warga emosi. Mereka lalu berkumpul dan masuk ke dalam lingkungan sekolah setelah merusak pagar depan. Tak lama, batu dan kayu lalu beterbangan dan memecahkan kaca-kaca pintu dan jendela ruang kelas yang belum digunakan itu.
Tak lama, polisi tiba di lokasi untuk mencegah warga berbuat lebih jauh. Warga yang emosi lalu dihalau keluar dari lokasi sekolah. Polisi kemudian berjaga-jaga di lingkunga sekolah itu.
Pengelola Global Prima, Nyoman HR menolak tudingan warga. Ia mengatakan, banjir di lingkungan pemukiman warga bukan karena penutupan parit. “Jangan parit dijadikan alasan,” ujarnya.
Popularity: 1% [?]
RSS Feeds
Twitter
Facebook
E-Mail












