Berbeda dengan di daerah lain, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara nampaknya lebih bijak dalam beropini dan menyikapi soal film 2012 yang sedang ramai diputar di berbagai bioskop.
Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumut, Prof Dr H Hasan Bakti Nasution menilai, film 2012 cukup dijadikan hiburan semata dan tidak diapresiasikan atau diinterpretasikan terlalu jauh. “Diharapkan tidak sampai merusak akidah umat Islam khususnya dan masyarakat umumnya. Sebab disepakati hanya sebagai hiburan,” kata Nasution usai menghadiri Dies Natalis ke 36 IAIN SU di Kampus II Jalan Williem Iskandar Medan Estate, Kamis (19/11).
Menurut Nasution, film besutan Roland Emmrich dengan pemain John Cusack, Amanda Peet, Danny Glover, Oliver Platt, Woody Harelson ini pada dasarnya hanya fiksi yang bisa menjadikan objek apapun sebagai cerita utamanya.
Menurut Guru Besar IAIN Sumatera Utara ini, film 2012 tidak ada bedanya dengan film lainnya yang mengkhayalkan sesuatu yang akan terjadi di masa datang dengan polesan kemajuan teknologi canggih. “Anggap saja orang lain sedang mencoba menghayalkan kiamat dan menceritakan situasi yang terjadi melalui informasi bersumber dari Kitab Suci,” ujarnya.
Kepada umat Islam, justru diharapkan dapat lebih memperkuat keimanan dan keyakinan kepada Allah. Karena persoalan Hari Kiamat, kematian, hujan turun, kandungan wanita ataupun kejadian esok hari merupakan persoalan gaib dan hanya Dia yang mengetahuinya, jelas Nasution.
Kalaupun sekiranya ada yang menjadikannya sebagai film, maka umat Islam cukup meyakini bahwa Yaumil Akhir (kiamat-red) itu pasti terjadi. Sedangkan kapan terjadinya, mutlak hanya hak Allah. Jadi, kalau umat Islam menontonnya silahkan saja karena merupakan hiburan tidak lebih dari itu, tegasnya.
Menurutnya, dengan menyaksikan film itu juga diharapkan dapat memperkuat keimanan kepada Allah. Sebab agama lain mengakuinya.
Wakil Ketua PW Al Washliyah Sumut Aminullah Siagian juga beropini serupa. Ia mengatakan, seharusnya film 2012 itu tidak perlu diheboh-hebohkan karena merupakan hasil karya imajinasi manusia dengan mengutip informasi yang disampaikan Alquran. “Makanya remaja Islam khususnya diharapkan menganggapnya sebagai hiburan, dan meyakininya pasti terjadi serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan,”, kata Siagian.
Sementara itu, di Medan sendiri film 2012 masih mendapat sambutan luar biasa. Sampai Kamis malam, warga Medan masih antre untuk mendapatkan tiket pertunjukannya. (Sumber: Analisa/ Foto: int)
Popularity: 1% [?]
RSS Feeds
Twitter
Facebook
E-Mail











Iven Says:
Not only in Medan…..hope so…just that…it’s only art guys…
Posted on November 20th, 2009 at 11:56 AM
Roy Says:
setuju sekali! Hidup MUI Sumut!
Posted on November 20th, 2009 at 11:58 AM
Johannes Says:
Ini Medan Bung!
Posted on November 20th, 2009 at 11:59 AM
Peace Says:
betul betul kan cuman hanya film doank
hibur terus
Posted on November 20th, 2009 at 12:01 PM
M. Yusuf Says:
“Kepada umat Islam, justru diharapkan dapat lebih memperkuat keimanan dan keyakinan kepada Allah.” Betul pak saya setuju
Posted on November 20th, 2009 at 12:11 PM
Frank Says:
Kota lain gimana yah? ikuti MUI Sumut donk
Posted on November 20th, 2009 at 12:13 PM
Jonhson Says:
“film 2012 tidak ada bedanya dengan film lainnya” IAIN Sumatera Utara
benar tuh
Posted on November 20th, 2009 at 12:15 PM
Andi Says:
Kalau kota lain larang, Medan tak larang, harus buruh ke Medan nonton donkk
Posted on November 20th, 2009 at 12:22 PM
agnes bababobo Says:
Hidup medan.. Maju terus.. Kita bangga jd anak medan.
Posted on November 20th, 2009 at 2:28 PM
v2k3n Says:
Sungguh bijak sekali keputusan MUI SUMUT,
Bener2 berpendidikan n tdk kolot, sungguh salut… Hidup MEDAN
Posted on November 21st, 2009 at 7:30 AM
Berry Says:
2012:
1. Film ini bukan bercerita tentang kiamat, tetapi bercerita tentang gejala alam yang mungkin segera akan terjadi oleh karena dunia semakin tua. Dan pergeseran bagian bawah bumi semakin parah.Dan juga oleh karena keadaan di ruang angkasa yang mengalami perubahan.
2. Manusia harus siap utk menghadapi kemungkinan tersebut. Mulailah pergunakan kesempatan kita yang hanya sedikit ini utuk memperbaiki hubungan kita dengan ALLAH.
3. Dalam film ini ada makna yang terkandung untuk keluarga, yaitu :
- perpisahan suami istri yang diakibatkan oleh keegoisan dan ketidak pedulian kepala keluarga. Kepala keluarga yang tidak dapat memimpin keluarganya. Kepahitan anak akibat perceraian. Penyesalan setelah terjadi. Sikapilah bahwa keluarga kita lebih berharga dari segala kesibukan, harta, dll. Alkitab mengajarkan kpd kita, bapak-bapak jangan sakiti hati anakmu.(kol 3:21).
- Penyelesaian masalah keluarga bukan dengan perceraian atau perselingkuhan.Keluarga yang Tuhan sudah berikan pada kita itu yang terbaik. Biasanya kita sadar setelah segala sesuatunya habis dan hancur, yang ada cm diri kita dan keluarga kita.(peristiwa gempa tersebut yang mempersatukan keluarga, sebab mrk sdh tdk punya apa-apa lagi).
- Jangan menyimpan kepahitan dan dendam, hendaknya saling memafkan sebelum terlambat.( ketika seorang ayah menelpon anaknya untuk minta maaf, namun terlambat).
4. Film ini menyiratkan kondisi manusia akhir jaman yang kasihnya terhadap sesama sudah pudar.
Dalam film ini di lambangkan dengan Tokoh para pemimpin negara. Dari seluruh pemimpin negara yang besar, hanya satu orang yang masih peduli dengan orang rakyat biasa.
Begitu juga kita anak-anak Tuhan, hanya sedikit yang mau peduli pada sesama.Kasih yang memudar (2tim3:1-4).Justru ciri manusia akhir jaman muncul dalam diri Anak-anak Tuhan.Bukan dari agama lain.
Ada imbauan untuk kita yaitu, jangan takut untuk menyatakan kebenaran dengan menegur yang salah agar dapat kembali pada jalan yang benar.O:)
Posted on November 25th, 2009 at 10:24 AM