MEDAN – Sembahyang Imlek di sejumlah vihara, pekong dan kelenteng di Medan akan dijaga oleh Polisi Medan. Sebanyak 1.350 personil kepolisian dikerahkan untuk mengamankan perayaan Tahun Baru Imlek 2563 di Medan. Polisi juga mendirikan 13 Pos Pengamanan (Pos Pam) di beberapa titik keramaian.
“Pengerahan personil sebanyak 1.350 untuk memberi rasa aman dan nyaman kepada kalangan Tionghoa yang akan beribadah dan merayakan Tahun Baru Imlek 2563,” ujar Kabid Humas Polda Sumut Komisaris Besar Heru Prakoso, Jumat (20/1/2012).
Menurut Heru, 1.350 anggota kepolisian ditugaskan untuk menjaga 411 tempat ibadah dan pengamanan dilakukan dengan dua pola, terbuka dan tertutup yakni petugas berpakaian sipil dan dinas.
Tetapi, sambung Heru, secara keseluruhan personil yang dilibatkan untuk pengamanan Imlek mencapai 12 ribu personil di seluruh Sumut. Jumlah tersebut dilakukan guna meningkatkan kegiatan rutin seperti patroli, pengaturan dan penjagaan. Misalnya, Satuan Lalulintas fokus ke pengaturan di jalan raya.
Disinggung diikutsertakannya Satuan Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) Brimob, Heru menegaskan tidak tertutup kemungkinan untuk dilibatkan. “Jika memang dibutuhkan, misalnya mengantisipasi teror pasti tim Jihandak akan diturunkan,” kata Heru seraya menambahkan jika menemukan hal-hal mencurigakan sebaiknya segera melapor ke petugas keamanan.
Mantan Wakil Direktur Lalulintas (Wadir Lantas) Polda Sumut ini menambahkan, kepada umat yang hendak beribadah dan merayakan Tahun Baru imlek, sebaiknya tidak memakai perhiasan yang berlebihan. Hal itu untuk mengantisipasi terjadi tindak kejahatan. (Laporan: Aza)
Popularity: 1% [?]
RSS Feeds
Twitter
Facebook
E-Mail












