Songket Batak dari Samosir

Songket Batak dari Samosir

Songket BatakTenunan Batak kini maju selangkah. Selain Ulos, kini hadir Songket Batak yang potensinya tak kalah menjanjikan. Meski masih baru, namun Songket yang ditenun di daerah Pangururan, Samosir ini sudah diperkenalkan di kancah nasional. Harapannya, songket ini bisa menjadi pilihan utama orang Batak dalam hal pakaian adat, khususnya pernikahan.

Merdi Sihombing memperkenalkan Songket Batak pertama kali dalam sebuah event fashion show di Jakarta pada tahun 2007 lalu. Ini merupakan sebuah terobosan modernisasi bagaimana agar budaya Batak bisa terangkat.

Menurut Lusiana Rini Nainggolan, perajin Songket Batak, songket ini berbahan buah mengkudu. Pengerjaannya tak sebentar. “Paling lama sebulan, karena harus teliti mengerjakannya,” ujarnya saat ditemui dalam sebuah pameran UKM di Medan baru-baru ini.

Sedangkan untuk benang sutra, kata Rini, langsung didatangkan dari Autria dengan pewarnaan yang masih harus dilakukan di Jakarta. “Sejauh ini benang sutra memang didatangkan dari Austria untuk kualitas yang lebih bagus. Sedangkan pewarnaan sengaja dilakukan di Jakarta karena kita belum punya teknologi pewarnaan yang lebih canggih, kami masih melayani tenunan saja, baik songket, ulos dan sarung,” ujar Rini.

Untuk pemesanan songket, kata Rini, harga yang dipatok dimulai dari harga Rp 5 juta. “Memang masih relatif mahal, tapi kualitas kami utamakan,” katanya. “Songket ini sudah dipakai oleh Duma Riris Silalahi, Runner Up 1 Putri Indonesia 2007,” katanya bangga.

1
Like
Save

Comments

yeri says:

bisa di beli dimana yah songket bataknya?..please info, kalo bisa by email.

thx.

Silakan Berbagi / Komentar

%d bloggers like this: